Baratnews.co
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Home
  • BIsnis
  • Politik
  • Opini
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Baratnews.co
Jumat, 12 Juni 2026
No Result
View All Result
Baratnews.co
Home News

HIMAPAS Soroti Anjlok Harga Sawit Rp2.500 Per Kg, Minta DPRK Aceh Singkil Bertindak

Redaksi by Redaksi
11 Juni 2026
in News
0

Wakil Ketua HIMAPAS, Mulyadi Manik, menyampaikan sikap terkait anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Aceh Singkil. Foto: Ist

Spread the love

ACEH SINGKIL | BARATNEWS.CO – Himpunan Mahasiswa Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS) menyoroti anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit swadaya yang disebut hanya berkisar Rp2.500 per kilogram di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Singkil.

Organisasi mahasiswa tersebut menilai kondisi itu diduga berkaitan dengan kebijakan harga yang diterapkan PT Nafasindo dan mendesak aparat penegak hukum melakukan inspeksi serta audit tata niaga sawit di daerah tersebut.

Wakil Ketua HIMAPAS, Mulyadi Manik, mengatakan harga TBS yang rendah telah menekan pendapatan petani sawit swadaya. Menurutnya, disparitas harga yang terjadi di lapangan menunjukkan masih lemahnya transparansi tata niaga komoditas sawit di Aceh Singkil.

Related posts

Jadup Tak Kunjung Disalurkan, Mahasiswa Desak Bupati Aceh Singkil Bertindak

03/06/2026

Mahasiswa Duga Ada Pelanggaran di PT Ensem Lestari Aceh Singkil, Bakal Gelar Unras

25/05/2026

Ia menyebut sejumlah petani di Kecamatan Kota Baharu, khususnya di Desa Lentong, Danau Bungara, Butar, dan Samardua, menjual TBS dengan harga sekitar Rp2.500 per kilogram. Sementara di desa lain seperti Sumber Mukti dan Mukti Lincir, harga pembelian masih berada pada kisaran Rp2.700 hingga Rp2.800 per kilogram.

Mulyadi menilai kebijakan harga yang diterapkan PT Nafasindo diduga memicu efek berantai di tingkat lapangan dan dimanfaatkan oleh sebagian tengkulak untuk menekan harga beli dari petani.

“Perbedaan harga yang cukup jauh dalam satu kecamatan menunjukkan perlunya pengawasan dan keterbukaan informasi harga. Petani berhak mengetahui harga yang berlaku di setiap pabrik kelapa sawit agar tidak menjadi korban permainan pasar,” kata Mulyadi kepada Baratnews, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, minimnya akses masyarakat terhadap informasi harga di pabrik menciptakan ruang bagi praktik spekulasi dan dugaan manipulasi harga. Karena itu, HIMAPAS mendesak seluruh PKS, termasuk PT Nafasindo, mempublikasikan harga pembelian TBS secara daring dan diperbarui setiap hari.

Selain itu, HIMAPAS meminta Aparat Penegak Hukum (APH) bersama instansi terkait turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi dan audit terhadap tata niaga sawit, khususnya di wilayah yang mengalami disparitas harga cukup tinggi.

Mulyadi juga mendesak DPRK Aceh Singkil segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terbuka dengan menghadirkan manajemen PT Nafasindo, perwakilan petani, serta pihak terkait guna mencari solusi atas persoalan yang dikeluhkan petani.

Selain transparansi harga, HIMAPAS turut meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menelusuri kemungkinan adanya praktik usaha tidak sehat dalam tata niaga sawit di Aceh Singkil.

Menurut Mulyadi, petani sawit swadaya saat ini menghadapi tekanan ekonomi akibat tingginya biaya pupuk, transportasi, dan kebutuhan produksi lainnya. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah, lembaga pengawas, dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret agar tata niaga sawit berjalan lebih adil, transparan, dan berpihak kepada petani. (Sajali)

ADVERTISEMENT
Tags: Aceh SingkilHarga Sawit AnjlokHIMAPASMahasiswa
Previous Post

Mangkir Dua Kali, Tersangka Pelecehan Seksual Dalam Mobil Hiace di Aceh Masuk DPO

Related posts

Rokok Ilegal 356 Ribu Batang Disamarkan dengan Modus Paket Ekspedisi

by Redaksi
9 Juni 2026
0

Bea Cukai Banda Aceh kembali menggagalkan upaya peredaran rokok ilegal di wilayah Aceh. Dalam sebuah operasi penindakan yang dilakukan di...

BI Mendadak Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen

by Redaksi
9 Juni 2026
0

Bank Indonesia (BI) secara mendadak mengumumkan keputusan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

2.834 Napi Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan

by Redaksi
8 Juni 2026
0

Pemindahan terbaru dilakukan pada Senin dini hari dengan jumlah 134 warga binaan yang berasal dari sejumlah lembaga pemasyarakatan di wilayah...

Bupati Tarmizi Keluarkan SE Larangan Bakar Lahan, Karhutla Sudah Capai 24 Hektare per Mei-Juni

by Redaksi
5 Juni 2026
0

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat sejak akhir Mei 2026 telah menghanguskan sekitar...

Tim Tindak Lanjut Kejar Penyelesaian Temuan Dana Desa Sebelum 30 Juni

by Redaksi
4 Juni 2026
0

Ketua Tim Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Dana Desa Aceh Barat, Safrizal, mengatakan progres penyelesaian terus menunjukkan perkembangan positif. Namun,...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest posts

HIMAPAS Soroti Anjlok Harga Sawit Rp2.500 Per Kg, Minta DPRK Aceh Singkil Bertindak

by Redaksi
11 Juni 2026
0

Mulyadi menilai kebijakan harga yang diterapkan PT Nafasindo diduga memicu efek berantai di tingkat lapangan dan dimanfaatkan oleh sebagian tengkulak...

Mangkir Dua Kali, Tersangka Pelecehan Seksual Dalam Mobil Hiace di Aceh Masuk DPO

by Redaksi
11 Juni 2026
0

Kasus tersebut bermula dari laporan seorang mahasiswi berinisial AANS yang mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual saat melakukan perjalanan menggunakan mobil...

Pemkab Aceh Barat Cabut Pengelolaan Jetty Meulaboh dari MPM

by Redaksi
11 Juni 2026
0

Dengan terbitnya keputusan itu, seluruh kewenangan pengelolaan Pelabuhan Umum Jetty Meulaboh kembali berada di bawah Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Selain...

Heboh Surat Mutasi Kepala Sekolah, BKPSDM Aceh Barat: Itu Hoaks

by Redaksi
10 Juni 2026
0

Menurut Hasmi, masyarakat maupun pihak sekolah diminta untuk lebih berhati-hati terhadap dokumen yang mengatasnamakan BKPSDM. Setiap informasi resmi terkait kepegawaian...

Mualem Minta Mendagri Percepat Pemulihan Sawah dan Infrastruktur Pascabencana di Aceh

by Redaksi
10 Juni 2026
0

Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta pemerintah pusat mempercepat pemulihan sektor pertanian dan infrastruktur dasar yang hingga kini masih terdampak bencana...

ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© 2026 www.baratnews.co - All right reserved

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co