Baratnews.co
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Home
  • BIsnis
  • Politik
  • Opini
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Baratnews.co
Kamis, 11 Juni 2026
No Result
View All Result
Baratnews.co
Home Daerah

Mualem Minta Mendagri Percepat Pemulihan Sawah dan Infrastruktur Pascabencana di Aceh

Redaksi by Redaksi
10 Juni 2026
in Daerah
0

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan kondisi pemulihan pascabencana banjir dan longsor kepada Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam rapat koordinasi dan evaluasi penanganan pascabencana. Foto: Ist

Spread the love

BANDA ACEH | BARATNEWS.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta pemerintah pusat mempercepat pemulihan sektor pertanian dan infrastruktur dasar yang hingga kini masih terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Permintaan itu disampaikan langsung kepada Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam rapat koordinasi dan evaluasi penanganan pemulihan pascabencana di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6/2026).

Dalam forum yang turut dihadiri para kepala daerah terdampak bencana tersebut, Gubernur yang akrab disapa Mualem menegaskan bahwa sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat masih belum tertangani secara optimal meski bencana telah berlalu sekitar enam bulan.

Related posts

Mualem Minta DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Pascabencana Aceh

26/05/2026

Mualem Bilang Pergub JKA Dicabut, Rakyat Aceh Bisa Berobat Seperti Biasa

18/05/2026

Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang paling membutuhkan perhatian. Banyak areal persawahan yang belum dapat kembali difungsikan akibat kerusakan infrastruktur pendukung, terutama jaringan irigasi.

“Yang paling urgen masalah sawah yang belum bisa dipakai, irigasi, dan jembatan jalan. Sungai juga perlu dibenahi agar tak terjadi luapan banjir saat hujan datang,” kata Mualem.

Selain sawah dan irigasi, kondisi sungai di berbagai daerah juga dinilai perlu segera ditangani. Pendangkalan dan kerusakan alur sungai dikhawatirkan kembali memicu banjir ketika intensitas hujan meningkat.

Mualem menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“InsyaAllah kita kerja sama antara pusat dan Pemerintah Aceh, ini tugas kita agar penanganan sempurna, guna membangun yang sudah rusak dan hilang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyoroti kondisi perekonomian Aceh yang masih menghadapi tekanan inflasi cukup tinggi. Ia berharap pemerintah pusat turut memberikan perhatian terhadap stabilitas ekonomi daerah di tengah proses pemulihan pascabencana.

Dalam kesempatan tersebut, Fadhlullah juga memaparkan realisasi Transfer Keuangan Daerah (TKD) di Aceh yang telah mencapai sekitar 45 persen. Ia mendorong seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat penyerapan anggaran guna mendukung pemulihan dan pembangunan daerah.

“Realisasi anggaran tahun ini harus cepat, mengingat kita sedang berupaya agar perpanjangan dana otsus Aceh yang sedang diusulkan bisa terwujud tahun ini,” kata Fadhlullah.

Menanggapi berbagai persoalan yang disampaikan Pemerintah Aceh, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut hasil analisis Satgas Nasional menunjukkan kondisi pemulihan di Aceh terus mengalami kemajuan.

Dari total 18 kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor, sebanyak 10 daerah disebut telah kembali berfungsi normal. Pemerintah pusat juga terus melakukan pendampingan terhadap daerah yang masih dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Dari hasil analisis tim satgas nasional, sudah ada 10 kabupaten/kota yang fungsional. Kami juga sudah menyiapkan dukungan anggaran untuk percepatan pemulihan,” ujar Tito.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp371 miliar untuk mendukung rehabilitasi sektor pertanian, termasuk perbaikan lahan sawah dan jaringan irigasi yang terdampak bencana.

Selain itu, Tito menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung keberlanjutan pembangunan Aceh, termasuk memperjuangkan skema dana otonomi khusus agar tetap mampu menjadi instrumen percepatan pembangunan dan pemulihan daerah.

“Oleh sebab itu, dana TKD yang sudah dikembalikan pada tahun ini dapat digunakan segera dan dihabiskan untuk berbagai program pemulihan bencana agar usulan anggaran tahun berikutnya dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri wakil dari 18 pemerintah kabupaten/kota terdampak bencana serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait yang terlibat dalam percepatan pemulihan pascabencana di Aceh. (*)

ADVERTISEMENT
Tags: MendagriMualemPemulihan InfrastrukturPemulihan PascabencanaPemulihan Sawah
Previous Post

Ratusan Tuha Peut Aceh Barat Dilantik, Diminta Perkuat Pemerintahan Desa

Next Post

Heboh Surat Mutasi Kepala Sekolah, BKPSDM Aceh Barat: Itu Hoaks

Related posts

Heboh Surat Mutasi Kepala Sekolah, BKPSDM Aceh Barat: Itu Hoaks

by Redaksi
10 Juni 2026
0

Menurut Hasmi, masyarakat maupun pihak sekolah diminta untuk lebih berhati-hati terhadap dokumen yang mengatasnamakan BKPSDM. Setiap informasi resmi terkait kepegawaian...

Ratusan Tuha Peut Aceh Barat Dilantik, Diminta Perkuat Pemerintahan Desa

by Redaksi
10 Juni 2026
0

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kami mengucapkan selamat kepada saudara semuanya. Semoga amanah dan tugas yang dipercayakan dapat dilaksanakan...

Wagub Aceh Dampingi Mensos Kunjungi Sekolah Rakyat di Aceh Besar

by Redaksi
9 Juni 2026
0

Kehadiran Menteri Sosial disambut antusias para siswa, tenaga pendidik, dan masyarakat yang memadati lingkungan sekolah. Pada kesempatan tersebut, Mensos meninjau...

Lantik Pejabat Baru, Bupati Mirwan: Harus Jadi Motor Perubahan di Aceh Selatan

by Redaksi
8 Juni 2026
0

“Jabatan yang dipercayakan ini harus diterima dengan penuh rasa syukur, tanggung jawab, integritas, dan komitmen untuk bekerja lebih baik demi...

175 Peserta Jalani Pemeriksaan Kesehatan Bintara Polri di Aceh

by Redaksi
8 Juni 2026
0

Dari total peserta yang mengikuti Rikkes Tahap II, sebanyak 160 orang merupakan peserta pria dan 15 lainnya peserta wanita yang...

Next Post

Heboh Surat Mutasi Kepala Sekolah, BKPSDM Aceh Barat: Itu Hoaks

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latest posts

Heboh Surat Mutasi Kepala Sekolah, BKPSDM Aceh Barat: Itu Hoaks

by Redaksi
10 Juni 2026
0

Menurut Hasmi, masyarakat maupun pihak sekolah diminta untuk lebih berhati-hati terhadap dokumen yang mengatasnamakan BKPSDM. Setiap informasi resmi terkait kepegawaian...

Mualem Minta Mendagri Percepat Pemulihan Sawah dan Infrastruktur Pascabencana di Aceh

by Redaksi
10 Juni 2026
0

Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta pemerintah pusat mempercepat pemulihan sektor pertanian dan infrastruktur dasar yang hingga kini masih terdampak bencana...

Ratusan Tuha Peut Aceh Barat Dilantik, Diminta Perkuat Pemerintahan Desa

by Redaksi
10 Juni 2026
0

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kami mengucapkan selamat kepada saudara semuanya. Semoga amanah dan tugas yang dipercayakan dapat dilaksanakan...

Tersangka Kasus Pembakaran Fakultas Pertanian USK Bertambah 12 Orang, 35 Saksi Diperiksa

by Redaksi
9 Juni 2026
0

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus pengrusakan dan pembakaran Gedung Fakultas Pertanian Universitas Syiah...

Rokok Ilegal 356 Ribu Batang Disamarkan dengan Modus Paket Ekspedisi

by Redaksi
9 Juni 2026
0

Bea Cukai Banda Aceh kembali menggagalkan upaya peredaran rokok ilegal di wilayah Aceh. Dalam sebuah operasi penindakan yang dilakukan di...

ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© 2026 www.baratnews.co - All right reserved

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co