JAKARTA | BARATNEWS.CO — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lompatan transformasi digital yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian pusat inovasi digital di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026).
Menurut Nezar, capaian perluasan akses internet di Indonesia memang menunjukkan kemajuan signifikan, dengan tingkat penetrasi mencapai sekitar 80 persen pada 2025. Namun, ia menilai kesenjangan akses dan kualitas layanan masih menjadi pekerjaan rumah besar.
“Masih banyak desa yang belum terjangkau fiber optik, dan akses internet cepat di wilayah terpencil, termasuk sekolah, masih terbatas,” ujar Nezar.
Ia menekankan, transformasi digital harus bergerak dari sekadar pembangunan konektivitas menuju pemanfaatan teknologi sebagai solusi atas berbagai persoalan nasional.
Dalam konteks tersebut, keberadaan pusat inovasi dinilai menjadi langkah strategis untuk mengembangkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia, seperti kecerdasan buatan (AI), jaringan 5G, dan berbagai solusi digital lainnya.
“Teknologi bukan tujuan akhir. Konektivitas harus menjadi fondasi untuk mendorong inovasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Nezar menegaskan, keberhasilan transformasi digital tidak diukur dari seberapa canggih teknologi yang digunakan, melainkan dari sejauh mana inovasi tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia mencontohkan, pemanfaatan teknologi dapat diarahkan untuk memperkuat literasi digital di daerah terpencil, meningkatkan efisiensi logistik di wilayah kepulauan, hingga menghadirkan solusi cerdas di kawasan perkotaan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat ekosistem digital nasional.
“Kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci agar teknologi benar-benar memberikan dampak luas,” tegasnya. (*)













