Baratnews.co
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Home
  • BIsnis
  • Politik
  • Opini
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Baratnews.co
Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
Baratnews.co
Home Daerah

TKD Pascabencana, Presma UTU Kritik Keras Respons Pemerintah Aceh

Redaksi by Redaksi
20 April 2026
in Daerah
0

Presma UTU, Putra Rahmat.

Spread the love

MEULABOH | BARATNEWS.CO — Pernyataan Pemerintah Aceh yang berdalih pada regulasi dan skala prioritas dalam penyaluran tambahan Transfer ke Daerah (TKD) bukan hanya tidak memuaskan, tetapi menunjukkan kegagalan membaca realitas yang sedang dihadapi masyarakat Aceh Barat.

Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU), Putra Rahmat dengan tegas menilai bahwa respons tersebut tidak lebih dari sekadar tameng administratif untuk menutupi ketidakpekaan dan kelambanan pemerintah dalam merespons kondisi darurat di lapangan.

“Jangan bersembunyi di balik aturan ketika masyarakat sedang berjuang memulihkan diri dari bencana. Regulasi seharusnya menjadi alat untuk mempercepat keadilan, bukan alasan untuk menunda atau bahkan mengabaikan,” kata Putra di Meulaboh, Senin (20/4/2026).

Related posts

Aceh Barat Tak Dapat Tambahan TKD, Bupati Tarmizi Minta Penjelasan Terbuka

17/04/2026

Presma UTU Kritik Pergub JKA: Dinilai Abaikan Hak Dasar Kesehatan Rakyat

10/04/2026

Pernyataan Pemerintah Aceh yang menyebut penyaluran dilakukan secara objektif justru patut dipertanyakan. Jika indikator yang digunakan benar-benar berpihak pada kebutuhan, maka Aceh Barat tidak mungkin tersisih dari prioritas. Fakta lapangan berbicara sebaliknya bahwa terdapat kerusakan, penderitaan masyarakat, dan kebutuhan pemulihan masih nyata dan terdokumentasi luas.

Lebih lanjut, Presma UTU menilai bahwa penggunaan indikator seperti “kesiapan dokumen” dan “kesiapan pelaksanaan” dalam situasi pascabencana adalah bentuk kegagalan dalam memahami urgensi kemanusiaan.

“Apakah penderitaan masyarakat harus menunggu kelengkapan administrasi? Apakah kecepatan pemulihan harus dikalahkan oleh ketakutan terhadap SILPA? Ini bukan sekadar keliru, ini mencerminkan cara berpikir birokratis yang tidak punya sense of crisis,” ujarnya.

Presma UTU menegaskan bahwa pola seperti ini bukan hal baru. Ketimpangan perhatian terhadap wilayah Barat Selatan Aceh sudah berulang kali terjadi dan kini kembali dipertontonkan secara terang-terangan.

“Jangan lagi pura-pura netral. Masyarakat bisa menilai. Ini bukan soal persepsi, ini soal rekam jejak. Barat Selatan Aceh kembali ditempatkan sebagai wilayah pinggiran yang bisa ditunda, yang bisa dikorbankan,” ujarnya.

Alih-alih meredakan polemik, pernyataan Pemerintah Aceh justru memperkeruh keadaan dan membuka luka lama yang belum pernah benar-benar diselesaikan. Ketika pemerintah gagal menunjukkan empati, maka yang muncul adalah ketidakpercayaan publik yang semakin dalam.

Dalam sikapnya, Presma UTU mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi diam menghadapi kondisi ini.

“Diam adalah bentuk persetujuan. Dan dalam konteks ini, diam berarti membiarkan ketidakadilan terus berlangsung. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan pemuda untuk bersuara, mengawal, dan menuntut kejelasan serta keadilan,” imbuhnya.

Presma UTU juga menegaskan bahwa kritik ini adalah peringatan keras bagi Pemerintah Aceh.

“Jika pemerintah terus berlindung di balik prosedur tanpa keberanian mengambil langkah afirmatif, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kepercayaan publik, tetapi juga legitimasi moral dalam memimpin pemulihan pascabencana,” pungkasnya. (*)

ADVERTISEMENT
Tags: Presma UTU PutraTKDTKD Pascabencana
ADVERTISEMENT
Previous Post

Cara Mudah Cek Bansos Lewat NIK, Desil 1–4 Jadi Prioritas

Related posts

Mualem Kembali Menegaskan Soal JKA: Hanya Penyesuaian Bukan Pengurangan Komitmen

by Redaksi
20 April 2026
0

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan bahwa penyesuaian program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam menjamin akses layanan...

Kampanyekan Gemarikan, Marlina Muzakir Edukasi Siswa MIN Model Banda Aceh

by Redaksi
18 April 2026
0

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran gizi sejak dini, khususnya pentingnya konsumsi ikan bagi pertumbuhan anak.

Kak Na Puji Kontribusi Arsitek Pascabencana Membangun Aceh

by Redaksi
18 April 2026
0

Menurutnya, keterlibatan para arsitek menjadi faktor penting dalam kebangkitan Aceh setelah bencana besar, terutama dalam menghadirkan konsep pembangunan yang lebih...

Aceh Barat Tak Dapat Tambahan TKD, Bupati Tarmizi Minta Penjelasan Terbuka

by Redaksi
17 April 2026
0

Ia mengungkapkan, pemerintah kabupaten hanya menerima tambahan dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) sekitar Rp1,09 miliar dari total penyesuaian Rp75 miliar...

Pemkab Aceh Barat Keluarkan Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem

by Redaksi
16 April 2026
0

“Surat imbauan ini merupakan tindak lanjut dari informasi BMKG terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Latest posts

TKD Pascabencana, Presma UTU Kritik Keras Respons Pemerintah Aceh

by Redaksi
20 April 2026
0

“Apakah penderitaan masyarakat harus menunggu kelengkapan administrasi? Apakah kecepatan pemulihan harus dikalahkan oleh ketakutan terhadap SILPA? Ini bukan sekadar keliru,...

Cara Mudah Cek Bansos Lewat NIK, Desil 1–4 Jadi Prioritas

by Redaksi
20 April 2026
0

Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) triwulan II tahun 2026 kepada masyarakat yang berhak. Penyaluran...

Stok Beras Nasional Tembus 4,9 Juta Ton, Pemerintah Antisipasi El Nino

by Redaksi
20 April 2026
0

Badan Pangan Nasional melaporkan cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 4,9 juta ton, mendekati angka 5 juta ton yang...

Mualem Kembali Menegaskan Soal JKA: Hanya Penyesuaian Bukan Pengurangan Komitmen

by Redaksi
20 April 2026
0

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan bahwa penyesuaian program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam menjamin akses layanan...

Car Free Day Perdana 2026, Pemkab Aceh Barat Komit Bangun Kebiasaan Hidup Sehat

by Redaksi
19 April 2026
0

“Ini menjadi awal yang baik untuk terus membangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat,” ujar Said.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© 2026 www.baratnews.co - All right reserved

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co