NAGAN RAYA | BARATNEWS.CO – Warga Desa Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, melakukan aksi pemblokiran jalan, Senin (11/5/2026), sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan bantuan bagi korban bencana oleh pemerintah daerah.
Aksi tersebut dipicu belum adanya kepastian terkait bantuan jaminan hidup (jadup) serta bantuan rumah rusak ringan, sedang, dan berat yang hingga kini belum direalisasikan.
Warga menilai, berbulan-bulan pascabencana hidrometeorologi mereka masih hidup dalam kondisi serba terbatas tanpa kejelasan realisasi bantuan yang sebelumnya dijanjikan pemerintah.
Kemarahan masyarakat memuncak setelah pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) disebut tidak menepati janji untuk hadir menemui warga pada Senin pagi.
Informasi yang dihimpun, pihak BPBD sebelumnya dijadwalkan bertemu masyarakat Desa Kuta Trieng pada pukul 09.00 WIB. Namun hingga pukul 12.00 WIB, bahkan setelah kembali ditunggu sampai sekitar pukul 16.00 WIB, perwakilan BPBD disebut tidak kunjung hadir.
Kondisi itu memicu kekecewaan warga hingga akhirnya melakukan aksi pemblokiran jalan sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah daerah agar segera memberikan kepastian penanganan terhadap korban bencana.
Koordinator aksi, Edy Azhari Pranata, menegaskan masyarakat sudah terlalu lama menunggu kepastian dari pemerintah terkait hak-hak korban terdampak bencana.
“Korban bencana tidak membutuhkan janji dan pencitraan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian, tanggung jawab, dan keberpihakan nyata dari pemerintah,” ujar Edy.
Selain BPBD, warga juga menyoroti kinerja Dinas Sosial serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) yang dinilai belum serius menyelesaikan persoalan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Masyarakat turut mengeluhkan minimnya keterbukaan data penerima bantuan dan buruknya komunikasi pemerintah terhadap korban bencana.
Warga menegaskan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar akan kembali dilakukan apabila pemerintah terus mengabaikan tuntutan masyarakat terkait bantuan pascabencana. (*)












