MEULABOH | BARATNEWS.CO – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM, melantik Richie Lapupa sebagai Direktur Utama PT Pakat Beusaree (Perseroda) di Eva Sky Hotel, Meulaboh, Senin (11/5/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah restrukturisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan kinerja organisasi.
Dalam sambutannya, Tarmizi menegaskan pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk mendorong transformasi BUMD agar lebih profesional, produktif, dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Pelantikan Direktur Utama PT Pakat Beusaree yang kita laksanakan hari ini merupakan upaya restrukturisasi guna mendorong peningkatan tata kelola dan optimalisasi kinerja organ BUMD,” ujar Tarmizi.
Ia menyebut, direktur utama yang dilantik telah melalui proses seleksi terbuka dan transparan, sehingga diyakini memiliki kompetensi dan integritas dalam memimpin perusahaan daerah tersebut.
“Kami meyakini dengan keahlian, dedikasi, dan integritas yang dimiliki, Direktur Utama yang baru mampu membawa BUMD ini terus berkembang serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Tarmizi, tantangan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini cukup berat, terutama akibat efisiensi anggaran dan defisit daerah yang mencapai Rp61 miliar.
Ia juga menyinggung berkurangnya alokasi dana desa yang sebelumnya mencapai sekitar Rp1 miliar per desa, namun kini hanya tersisa sekitar Rp300 juta lebih.
“Tidak hanya efisiensi, tetapi kita juga menghadapi defisit. Karena itu, daerah harus mampu menggali potensi pendapatan baru dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Untuk itu, pemerintah daerah terus memperkuat komunikasi dengan perusahaan-perusahaan dalam mendorong dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu program pembangunan di Aceh Barat.
Kepada direksi baru PT Pakat Beusaree, Tarmizi meminta agar segera memetakan kondisi perusahaan, memperkuat koordinasi internal, dan menyusun langkah konkret untuk meningkatkan performa BUMD.
“Direksi harus bekerja dengan target yang jelas, terukur, dan berorientasi hasil. Bangun tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menciptakan peluang usaha baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” tegasnya.
Ia berharap PT Pakat Beusaree dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, mendukung petani dan nelayan, serta memperkuat UMKM lokal di Aceh Barat.
“Jika ini dijalankan dengan baik, maka PT Pakat Beusaree akan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Barat dan contoh terbaik BUMD inovatif di tingkat nasional,” pungkasnya. (*)












