NAGAN RAYA | BARATNEWS.CO – Gerakan Mahasiswa (GEMA) FISIP Universitas Teuku Umar (UTU) mengecam lambannya penanganan korban banjir atau bencana hidrometeorologi di Kabupaten Nagan Raya, khususnya di wilayah Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur pada November 2025 lalu.
Kritik tersebut disampaikan Ketua GEMA FISIP UTU, Anriansah Kalimuddin, melalui siaran pers yang diterima Baratnews, Minggu (10/5/2026).
Anriansah menilai pemerintah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat belum memberikan kepastian dan solusi nyata bagi masyarakat terdampak banjir, terutama warga Desa Kuta Trieng.
Menurutnya, hingga kini masih banyak korban banjir yang hidup dalam kondisi memprihatinkan akibat rumah rusak dan belum mendapatkan bantuan yang jelas dari pemerintah.
“Korban banjir membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji dan proses birokrasi yang berlarut-larut,” ujar Anriansah.
GEMA FISIP UTU mendesak pemerintah daerah segera merealisasikan bantuan perbaikan rumah rusak ringan maupun rusak sedang yang disebut belum tersalurkan secara maksimal kepada masyarakat terdampak.
Selain itu, mahasiswa juga meminta pemerintah bersama BPBD segera membangun rumah bagi warga dengan kategori rumah rusak berat agar korban dapat kembali tinggal dengan layak dan aman.
Anriansah menegaskan pemerintah tidak boleh terus berlindung di balik alasan administratif dalam menangani persoalan kemanusiaan yang dialami masyarakat korban banjir.
“Kami mengecam keras ketidakseriusan pemerintah daerah dan BPBD dalam menangani korban banjir. Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam ketidakpastian,” tegasnya.
GEMA FISIP UTU juga mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi mahasiswa, dan lembaga sosial untuk terus mengawal penanganan korban banjir hingga hak-hak masyarakat benar-benar dipenuhi. (*)













