MEULABOH | BARATNEWS.CO – Bupati Aceh Barat Tarmizi menargetkan daerahnya mampu menembus lima besar pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Aceh. Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan memperkuat sistem pembinaan Al-Qur’an secara berkelanjutan mulai dari sekolah hingga dayah.
Komitmen itu disampaikan Tarmizi saat memimpin pertemuan bersama jajaran pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Aceh Barat di Aula Teuku Umar Setdakab Aceh Barat, Kamis (25/6/2026).
Menurut Tarmizi, pembinaan generasi Qurani tidak boleh hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ. Sebaliknya, proses pembinaan harus berlangsung secara konsisten sejak usia dini agar mampu melahirkan qari dan qariah berkualitas yang dapat bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
“Harus ada prestasi yang kita capai. Karena itu pembinaan harus diperkuat dan melibatkan seluruh elemen, termasuk dayah-dayah yang selama ini menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi Qurani,” kata Tarmizi.
Ia menilai budaya membaca dan mencintai Al-Qur’an perlu diperkuat di lingkungan pendidikan melalui program pembinaan yang terstruktur. Karena itu, LPTQ didorong untuk memperluas program hingga ke sekolah-sekolah melalui gagasan “LPTQ Masuk Sekolah”.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada lagi generasi muda Aceh Barat yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.
“Kita ingin pembinaan menyentuh seluruh pelajar, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA. Jangan sampai ada anak-anak Aceh Barat yang buta aksara Al-Qur’an,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati juga menerima berbagai masukan dari pengurus LPTQ terkait program pembinaan, kebutuhan penguatan sumber daya manusia, hingga tantangan pendanaan yang masih dihadapi dalam pengembangan kegiatan keagamaan di daerah.
Sebagai bagian dari upaya percepatan peningkatan prestasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana mempercepat pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 2027. Langkah itu diharapkan dapat memperpanjang masa pembinaan sekaligus mematangkan persiapan peserta sebelum mengikuti MTQ tingkat provinsi.
Tarmizi turut meminta Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian kontingen Aceh Barat pada MTQ sebelumnya di Pidie Jaya. Evaluasi tersebut mencakup proses pembinaan, mekanisme seleksi, hingga hasil yang diraih peserta.
“Evaluasi harus dilakukan secara objektif agar kita mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki. Pembinaan harus lebih terarah dan seleksi peserta dilakukan secara ketat sejak tingkat kecamatan,” tegasnya.
Ia optimistis Aceh Barat mampu melahirkan lebih banyak qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi jika pembinaan dilakukan secara serius dan berkesinambungan. Terlebih, Aceh akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 2028 sehingga seluruh daerah perlu mempersiapkan kader terbaiknya sejak sekarang.
“Kita ingin Aceh Barat memiliki duta-duta Al-Qur’an yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Dengan kerja sama dan pembinaan yang serius, target itu bisa kita capai,” pungkas Tarmizi. (*)













