Baratnews.co
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Home
  • BIsnis
  • Politik
  • Opini
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Baratnews.co
Kamis, 14 Mei 2026
No Result
View All Result
Baratnews.co
Home Kriminal

Lima WNI yang Ditembak Aparat Malaysia Bayar Kapal Ilegal Milik “Malik” Rp 5,5 Juta

Redaksi by Redaksi
29 Januari 2025
in Kriminal, Nasional
0

5 PMI di Selangor Malaysia ditembak petugas APMM, 1 tewas dan 4 kuka berat. Foto: KOMPAS.COM/KIKI SAFITRI

Spread the love

BARATNEWS.CO – Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditembak oleh Aparat Malaysia di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia baru saja membocorkan nama pelaku penyelundupan pekerja migran ilegal dari dan menuju Malaysia.

Mereka menyebut nama Malik sebagai salah satu pelaku.

Bukan hanya menyebutkan nama, mereka juga menceritakan bahwa membayar kepada Malik untuk bisa pergi maupun pulang dari Malaysia.

Related posts

Aktivitas Truk Ancam Kesehatan Mahasiswa, DEMA STAIN Meulaboh Desak Hentikan

01/05/2026
Kecelakaan Maut di Rigaih Aceh Jaya, Tiga Penumpang Hiace Meninggal Dunia

Kecelakaan Maut di Rigaih Aceh Jaya, Tiga Penumpang Hiace Meninggal Dunia

12/04/2026

Bayar 1.200-1.500 Ringgit untuk kabur dari Malaysia

Berdasarkan pada komunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia, dua orang WNI korban penembakan yang dirawat di rumah sakit menjelaskan bahwa mereka membayar kepada Malik untuk bisa kabur.

“Kalau dilihat dari status mereka, iya (korban penyelundupan orang),” ungkap Atase Polri di Malaysia Kombes (Pol) Juliarman Eka Putra Pasaribu dikutip dari siaran langsung KompasTV, Rabu (29/1/2025).

“Tapi, mereka juga adalah para pekerja ilegal yang ingin pulang ke Tanah Air dan tidak menggunakan jalur resmi,” imbuhnya.

Kedua WNI itu mengaku memberikan imbalan kepada Malik sekitar 1.500 Ringgit (Rp 5.519.625 dalam konversi kurs saat ini).

“Ada yang membayar 1.200 Ringgit, ada yang 1.500 Ringgit. Jadi sepertinya tidak ada plafon standar sehingga sepertinya itu bisa ditawar-tawar,” ujar Juliarman.

Pemerintah dampingi para korban

Juliarman menyebut, Malaysia saat ini sedang menelusuri apakah Malik merupakan jaringan lama penyelundupan pekerja ilegal atau baru.

Juliarman sekaligus memastikan pemerintah Indonesia melakukan pendampingan hukum terhadap para WNI pekerja ilegal yang diamankan otoritas Malaysia pasca peristiwa di perairan Tanjung Rhu itu.

“Pasti kami akan mendampingi mereka, termasuk konsuler kedutaan untuk menjamin hak-hak mereka terlindungi,” lanjut dia.

Kronologi WNI ditembak di Malaysia

Dilansir dari Kompas.com, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Judha Nugraha mengatakan, Petugas patroli maritim Malaysia mendapati kapal yang membawa lima pekerja migran Indonesia di Perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia.

Saat kapal melaju hendak meninggalkan Malaysia, aparat Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) lantas berusaha untuk menghentikannya.

Namun, adanya perlawanan dari korban membuat APMM melepaskan tembakan mengarah ke kapal yang didalamnya terdapat lima WNI yang berusaha kabur.

Peristiwa itu mengakibatkan satu WNI tewas, tiga luka berat, dan satu orang lainnya kritis. Para korban kemudian dirawat di rumah sakit di wilayah Selangor Malaysia.

WNI yang hendak kabur melakukan perlawanan

Berdasarkan pernyataan resmi dari Kepala Kepolisian Selangor, Datuk Hussein Omar Khan, APMM memutuskan untuk menembak lantaran korban diduga melakukan perlawanan.

ADVERTISEMENT

“Kami yakin lebih banyak individu yang terlibat, mengingat kapasitas perahu tersebut 15 hingga 20 orang. Upaya sedang dilakukan untuk melacak tersangka yang tersisa,” terangnya.

Kapal yang dideteksi memberikan tumpangan kepada 20 orang termasuk lima WNI menyerang petugas menggunakan parang dan menabrak kapal patroli APMM sebanyak empat kali.

Hal itulah yang menyebabkan aparat Malaysia melakukan tindakan represif.

WNI yang ditembak tak bawa identitas resmi

Menanggapi kasus ini, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani menyebut bahwa lima WNI yang menjadi korban penembakan di Malaysia berstatus tidak prosedural.

Selain itu, ia juga mengonfirmasi, para korban tidak membawa identitas resmi sehingga menyulitkan proses identifikasi.

“Karena mereka tidak membawa identitas, prosesnya membutuhkan waktu,” kata Christina kepada Kompas.com, Minggu (26/1/2025).

Hingga saat ini pihaknya masih berupaya menelusuri identitas para korban dengan bantuan atase polisi di Malaysia dan mencari tahu dari mana lima WNI berasal.

“Kami sedang mengumpulkan informasi lebih lengkap terkait lokasi perawatan para korban. Ini penting agar kami bisa memantau kondisi mereka dengan lebih baik,” pungkas Christina. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Lima WNI yang Ditembak Aparat Malaysia Bayar Kapal Ilegal Milik “Malik” Rp 5,5 Juta”

Source: KOMPAS.com
Tags: baratbaratnewsbaratnews.coPekerja Migran IndonesiaWNI Ditembak
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bagi Ibu-ibu Wajib Tahu Tips ini Untuk Memperlancar ASI

Next Post

Ketua DPR Puan Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi dalam Momentum Perayaan Imlek

Related posts

Rekonstruksi Ungkap Tersangka Tusuk Korban 5 Kali di Nagan Raya

by Redaksi
29 April 2026
0

“Rekonstruksi ini penting untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian sesuai dengan hasil pemeriksaan penyidik, sehingga proses hukum dapat berjalan lebih jelas...

Nezar Patria: Indonesia Butuh Lompatan Digital yang Berdampak Nyata

by Redaksi
23 April 2026
0

“Masih banyak desa yang belum terjangkau fiber optik, dan akses internet cepat di wilayah terpencil, termasuk sekolah, masih terbatas,” ujar...

Kemenag Perkuat Data MBG, 15,6 Juta Santri dan Siswa Jadi Prioritas

by Redaksi
23 April 2026
0

JAKARTA | BARATNEWS.CO — Kementerian Agama menegaskan komitmennya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperkuat integrasi data guna memastikan...

SBY Bilang Pasukan Perdamaian Bukan Pasukan Tempur, PBB Harus Ambil Langkah Tegas

by Redaksi
6 April 2026
0

Pernyataan itu disampaikan SBY menyusul situasi yang membahayakan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Pemerintah Ubah Skema Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Cicilan Kini Ditanggung Negara

by Redaksi
4 April 2026
0

Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa merombak skema pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui regulasi terbaru PMK No. 15 Tahun 2026.

Next Post

Ketua DPR Puan Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi dalam Momentum Perayaan Imlek

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Latest posts

HIMADISTRA FISIP UTU Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Lhokseumawe

by Redaksi
14 Mei 2026
0

Diketahui, musibah kebakaran tersebut menghanguskan 77 rumah warga dan menyebabkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal serta harta benda.

Demo JKA Jilid III Memanas, ARA Tuding Aparat Kepolisian Lakukan Brutalitas

by Redaksi
14 Mei 2026
0

Massa aksi menuding aparat kepolisian melakukan tindakan represif dan brutal terhadap peserta demonstrasi saat upaya pembubaran massa berlangsung.

Polda Diminta Evaluasi Polres Aceh Singkil Soal Kasus Pembunuhan Nenek Sedah

by Redaksi
14 Mei 2026
0

Kasus pembunuhan yang terjadi pada 15 Maret 2025 itu kembali menjadi perhatian publik setelah belum adanya penetapan tersangka maupun penjelasan...

Kunker ke Polresta Banda Aceh, Kapolda Ingatkan Integritas Anggota Polri

by Redaksi
12 Mei 2026
0

Dalam kegiatan yang berlangsung di Meuligoe Rastra Sewakottama itu, Kapolresta Banda Aceh memaparkan kondisi kamtibmas, capaian kinerja, penegakan hukum, hingga...

Sekda Aceh Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas

by Redaksi
12 Mei 2026
0

Gubernur menekankan bahwa pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas birokrasi agar semakin profesional, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan...

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© 2026 www.baratnews.co - All right reserved

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co