MEULABOH | BARATNEWS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Aceh Barat memberikan apresiasi kepada Polres Aceh Barat atas keberhasilannya mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Apresiasi itu disampaikan menyusul keberhasilan jajaran Satresnarkoba Polres Aceh Barat mengamankan barang bukti narkotika berupa sekitar 2,2 kilogram ganja dan 9,44 gram sabu dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap.
Ketua Bidang Hukum DPD IKAN Aceh Barat, Ahmadi Mahmud, SH, menilai capaian tersebut menunjukkan keseriusan aparat kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, SIK, MIK beserta seluruh jajaran. Langkah-langkah yang dilakukan menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Aceh Barat,” kata Ahmadi di Meulaboh, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan berbagai kasus narkotika tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan profesionalisme personel kepolisian dalam melakukan penyelidikan serta penindakan terhadap para pelaku.
Ahmadi juga berharap upaya pemberantasan narkoba terus digencarkan, baik melalui operasi penindakan, pengawasan maupun langkah-langkah preventif untuk menekan peredaran barang haram tersebut di tengah masyarakat.
“Terus lakukan langkah tegas terhadap pengguna, pengedar maupun bandar narkoba. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Polres Aceh Barat hadir dan bekerja untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkotika,” ujarnya.
Ahmadi menambahkan, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam membantu mengungkap jaringan peredaran narkoba yang masih beroperasi di lingkungan sekitar.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas penyalahgunaan maupun transaksi narkotika di wilayah tempat tinggal masing-masing.
“Sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum harus terus diperkuat. Semakin banyak informasi yang disampaikan masyarakat, semakin besar peluang untuk menekan angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Aceh Barat,” katanya.
Selain penegakan hukum, Ahmadi juga menekankan pentingnya pendekatan rehabilitasi bagi pengguna narkoba agar mereka memiliki kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
Ia berharap berbagai langkah yang dilakukan saat ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba sekaligus menurunkan jumlah pengguna di Kabupaten Aceh Barat. (*)












