BARATNEWS.CO – Banyak masyarakat masih mengenal konsep “4 Sehat 5 Sempurna” sebagai pedoman makan sehat. Namun, Kementerian Kesehatan kini telah memperkenalkan konsep “Isi Piringku” sebagai panduan gizi seimbang yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
Melalui panduan ini, masyarakat tidak hanya diajak memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga porsi makan, aktivitas fisik, konsumsi air putih, hingga kebiasaan hidup bersih.
Dalam konsep Isi Piringku, Kementerian Kesehatan menganjurkan agar setiap kali makan, setengah piring diisi oleh buah dan sayur. Sementara setengah lainnya terdiri dari makanan pokok sebagai sumber karbohidrat dan lauk pauk sebagai sumber protein.
Pola makan ini dirancang untuk memastikan tubuh memperoleh seluruh zat gizi yang dibutuhkan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral hingga serat.
Selain mengatur pola makan, masyarakat juga dianjurkan membiasakan sarapan, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, membatasi makanan tinggi gula, garam dan lemak, serta minum air putih yang cukup setiap hari.
Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya perilaku hidup sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan maupun setelah beraktivitas untuk mencegah penularan berbagai penyakit.
Tak kalah penting, aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari juga menjadi bagian dari pedoman gizi seimbang. Aktivitas tersebut dapat berupa berjalan kaki, bersepeda, berkebun, atau olahraga ringan lainnya yang dilakukan secara rutin.
Selain itu, masyarakat dianjurkan mengonsumsi sekitar delapan gelas air putih per hari guna menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.
Melalui penerapan Isi Piringku, masyarakat diharapkan dapat menjaga berat badan ideal, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengurangi risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa memahami konsep gizi seimbang saja tidak cukup. Yang terpenting adalah menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. (*)













