MEULABOH | BARATNEWS.CO — Bupati Aceh Barat meninjau langsung proses pemulihan pascabencana banjir di Kecamatan Pante Ceureumen, sekaligus memastikan penyaluran bantuan kepada warga terdampak berjalan tepat sasaran.
Kunjungan yang dipusatkan di Desa Lawet itu dilakukan bersama Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat dan Camat Pante Ceureumen, Sabtu (2/5/2026). Selain melihat kondisi wilayah, bupati juga memantau perkembangan penanganan warga yang masih tinggal di hunian sementara (huntara).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tarmizi menyapa warga dan menyerahkan bantuan kebutuhan pokok, seperti beras, gula, biskuit, serta perlengkapan kebersihan. Saat ini, sebanyak 12 kepala keluarga masih bertahan di huntara sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) rampung.
Tak hanya itu, bupati juga turun langsung mengawal penyaluran Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah. Pendampingan dilakukan secara simbolis kepada warga Desa Jambak dengan mendampingi penerima bantuan membeli material bangunan di Pasar Pante Ceureumen.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan pemerintah daerah memastikan seluruh proses administrasi pembangunan huntap telah diselesaikan. Selama masa transisi, pemenuhan kebutuhan dasar warga tetap menjadi prioritas utama.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menjamin transparansi sekaligus memastikan kualitas bahan bangunan sesuai standar. Selain itu, pemerintah ingin memastikan proses administrasi berjalan lancar tanpa kendala bagi masyarakat penerima bantuan.
Ronal menyampaikan bahwa penyaluran bantuan perbaikan rumah telah mulai direalisasikan kepada warga terdampak.
“Total penerima bantuan perbaikan rumah di Aceh Barat mencapai 72 kepala keluarga. Rinciannya, 23 kepala keluarga untuk kategori rusak sedang dan 49 kepala keluarga untuk kategori rusak ringan,” ujarnya.
Ia menyebut proses penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Pemerintah berharap, percepatan penyaluran bantuan ini dapat membantu masyarakat segera kembali menjalani kehidupan normal setelah terdampak banjir hidrometeorologi pada November 2025 lalu. (*)












