MEULABOH | BARATNEWS.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, mengatakan wilayah Aceh Barat termasuk daerah yang berpotensi terdampak dalam dua periode cuaca ekstrem, yakni 11–16 April dan 16–20 April 2026.
“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. Kita harus mengantisipasi kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi, terutama pada malam hari,” ujar Said di Meulaboh, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, meskipun bersifat prediktif, perubahan cuaca yang dinamis tetap berpotensi menimbulkan dampak serius jika tidak diantisipasi sejak dini.
Pemerintah daerah, kata Said, telah menyiagakan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bertugas selama 24 jam untuk memantau kondisi di lapangan, khususnya di wilayah rawan bencana.
Pemantauan difokuskan pada titik-titik yang berpotensi mengalami peningkatan debit air sungai serta kawasan yang sebelumnya pernah terdampak bencana.
“Kami juga telah menginstruksikan seluruh kecamatan dan aparatur gampong untuk siaga penuh sesuai arahan Gubernur Aceh,” tegasnya.
Ia mengatakan, kehadiran petugas di lokasi rawan menjadi langkah antisipatif agar respons cepat dapat dilakukan apabila terjadi situasi darurat.
Selain kesiapsiagaan pemerintah, Said turut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan informasi peringatan cuaca yang disampaikan oleh pihak berwenang.
“Kita berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan agar risiko dapat diminimalisir,” pungkasnya. (*)













