BANDA ACEH | BARATNEWS.CO – Institusi Polri kembali melakukan rotasi jabatan terhadap sejumlah perwira tinggi. Salah satu mutasi yang menjadi perhatian publik adalah penunjukan Brigjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. sebagai Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah yang memasuki masa purnatugas.
Penunjukan tersebut disambut positif berbagai kalangan di Aceh. Bukan tanpa alasan, nama Ruddi Setiawan bukan sosok baru bagi masyarakat Tanah Rencong. Ia pernah mengemban amanah sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh pada 2021 sebelum dipercaya menjabat Direktur Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2022.
Selama bertugas di Aceh, Ruddi dikenal sebagai perwira yang mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan penegakan hukum. Di tengah masifnya pemberantasan narkotika, ia aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, tokoh daerah, hingga berbagai elemen pemerintah guna memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba.
Kepercayaan Kapolri menunjuk Ruddi sebagai Kapolda Aceh dinilai sejalan dengan rekam jejaknya yang panjang di bidang reserse dan penyidikan. Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1996 yang lahir pada 24 September 1974 itu telah menghabiskan sebagian besar perjalanan kariernya menangani berbagai kasus kriminal, khususnya tindak pidana narkotika.
Sebelum kembali ke Aceh, Ruddi menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri sejak 27 Februari 2026. Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi strategis di lingkungan Mabes Polri sebelum akhirnya dipercaya memimpin Polda Aceh.
Karier Ruddi terbilang lengkap. Ia pernah bertugas sebagai Kanit III Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Penjaringan, Kapolres Badung, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, hingga Kapolresta Denpasar.
Pengalaman di tingkat nasional juga memperkaya rekam jejaknya. Ruddi pernah dipercaya sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya Bareskrim Polri, Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Direktur Intelijen BNN, Direktur Narkotika BNN, hingga akhirnya menjabat Kapuslitbang Polri.
Di kalangan rekan kerja maupun masyarakat, Ruddi dikenal sebagai perwira yang tegas dalam penegakan hukum namun tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Pendekatan tersebut telah melekat sejak awal kariernya ketika bertugas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya hingga saat memimpin Ditresnarkoba Polda Aceh.
Tak hanya dikenal melalui kiprahnya di institusi Polri, Ruddi juga sempat menarik perhatian publik setelah tampil dalam film aksi “Tanpa Ampun”, yang mengangkat perjuangan aparat penegak hukum dalam memberantas kejahatan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengabdian sebagai anggota Polri tetap menjadi panggilan utama dalam hidupnya.
Dengan pengalaman yang dimiliki, kehadiran Ruddi Setiawan diharapkan mampu membawa semangat baru bagi Polda Aceh. Masyarakat menaruh harapan agar kepemimpinannya dapat memperkuat stabilitas keamanan, meningkatkan profesionalisme pelayanan kepolisian, mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, serta melanjutkan upaya pemberantasan narkotika dan penegakan hukum yang berkeadilan di Aceh. (*)












