ACEH SINGKIL | BARATNEWS.CO – Kalangan mahasiswa menyoroti lambannya pengungkapan kasus pembunuhan almarhumah Sedah (65), warga Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, yang hingga kini belum terungkap meski telah berjalan lebih dari satu tahun.
Kasus pembunuhan yang terjadi pada 15 Maret 2025 itu kembali menjadi perhatian publik setelah belum adanya penetapan tersangka maupun penjelasan resmi terkait motif pembunuhan dari pihak kepolisian.
Ketua DEMA STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM), Alfa Salam, menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya keseriusan aparat penegak hukum, khususnya Polres Aceh Singkil, dalam memberikan keadilan kepada korban dan keluarganya.
“Kami sangat menyayangkan hingga lebih dari satu tahun kasus pembunuhan yang begitu sadis ini belum juga menemukan titik terang. Seorang nenek ditemukan meninggal dunia dengan tangan dan kaki terikat serta mulut ditutup kain di rumahnya sendiri, namun sampai hari ini pelaku belum juga ditangkap. Ini menjadi pertanyaan besar bagi publik terkait kinerja Polres Aceh Singkil,” kata Alfa Salam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, masyarakat dan keluarga korban berhak memperoleh penjelasan terbuka mengenai perkembangan penyelidikan kasus tersebut.
Ia mengingatkan, lambannya penanganan perkara dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sebagai penegak hukum.
“Jangan sampai masyarakat menilai aparat tidak serius atau bahkan gagal dalam mengungkap kasus pembunuhan ini. Kepolisian harus hadir memberi rasa aman dan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujar putra asli Aceh Singkil ini.
Alfa Salam juga mendesak Polda Aceh untuk turun tangan melakukan evaluasi terhadap proses penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Aceh Singkil.
“Kami mendesak Polda Aceh agar tidak tinggal diam. Turunkan tim khusus jika perlu, evaluasi penyelidikan yang sudah berjalan lebih dari satu tahun ini, dan segera tuntaskan kasus pembunuhan nenek Sedah. Keadilan bagi korban dan keluarganya tidak boleh terus tertunda,” katanya.
Kasus pembunuhan tersebut sebelumnya sempat menghebohkan masyarakat Aceh Singkil. Korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumah dengan kondisi mengenaskan dan diduga kuat menjadi korban pembunuhan berencana.
Sejauh ini, polisi diketahui telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta melakukan autopsi terhadap korban. Namun hingga kini, belum ada tersangka yang diumumkan kepada publik.
Mahasiswa berharap aparat kepolisian dapat bekerja lebih profesional, transparan, dan maksimal agar kasus tersebut segera terungkap dan pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. (*)













