MEULABOH | BARATNEWS.CO – Bupati Aceh Barat Tarmizi menegaskan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan sosial saat memimpin rapat evaluasi Tim Satgas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Kamis (30/4/2026).
Rapat yang berlangsung di ruang kerja bupati itu dihadiri Badan Pusat Statistik (BPS), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta jajaran pemerintah daerah. Evaluasi difokuskan pada pembenahan data agar tepat sasaran dan meminimalkan potensi konflik di masyarakat.
“Persoalan data ini sangat krusial. Jika tidak akurat, dampaknya luas dan bisa menimbulkan protes karena bantuan disalurkan berdasarkan data tersebut,” ujar Tarmizi.
Usai rapat, Tarmizi meninjau langsung pelatihan operator gampong yang digelar Dinas Sosial bersama BPS. Ia memberi motivasi kepada para peserta yang akan menjadi ujung tombak dalam proses pendataan di lapangan.
Menurutnya, pelatihan tersebut melibatkan operator dari 12 kecamatan dan 321 gampong di Aceh Barat. Mereka akan bertugas melakukan input data sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat, termasuk menghadapi persoalan terkait klasifikasi desil.
Dalam skema yang disusun, Satgas DTSEN akan melakukan pendataan door to door untuk kelompok desil 6 hingga 10. Sementara itu, pembaruan data desil 1 sampai 5 akan difasilitasi melalui posko pengaduan di setiap gampong yang segera diluncurkan.
Tarmizi menambahkan, berdasarkan pengalamannya bekerja dengan sejumlah lembaga internasional, persoalan data menjadi tantangan serius yang kerap dihadapi dalam program bantuan sosial.
“Data yang tidak akurat bisa memicu ketidakadilan. Karena itu, kita ingin memastikan proses ini berjalan lebih baik dan tepat sasaran,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap penguatan sistem pendataan melalui DTSEN dapat meningkatkan kualitas program perlindungan sosial serta mengurangi potensi kesalahan dalam penyaluran bantuan. (*)













