Baratnews.co
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Home
  • BIsnis
  • Politik
  • Opini
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Baratnews.co
Kamis, 23 April 2026
No Result
View All Result
Baratnews.co
Home News

Banjir Porak-porandakan Aceh Barat, Kerugian Rp1,29 Triliun Malah Tak Masuk TKD

Redaksi by Redaksi
22 April 2026
in News
0

Salah satu rumah warga hancur diterjang banjir bandang di Kabupaten Aceh Barat, menyisakan puing dan lumpur tebal di lokasi terdampak. Foto: Baratnews

Spread the love

MEULABOH | BARATNEWS.CO — Masa pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh pada November 2025 lalu hingga kini masih terus berlangsung. Khususnya di Kabupaten Aceh Barat, upaya rehabilitasi dan rekonstruksi masih menjadi fokus utama pemerintah setempat bersama berbagai pihak terkait.

Data kerusakan dan kerugian pada sejumlah sektor akibat bencana hidrometeorologi di Aceh Barat menembus angka fantastis, yakni Rp1,29 triliun. Hal itu diketahui Baratnews berdasarkan catatan dalam dokumen resmi Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi.

Angka total kerusakan dan kerugian tersebut mencuat ke publik di tengah kondisi daerah yang mengalami dampak cukup berat, namun belum masuk dalam prioritas penerima anggaran tambahan Transfer ke Daerah (TKD) pascabencana.

Related posts

TKD Pascabencana, Presma UTU Kritik Keras Respons Pemerintah Aceh

20/04/2026

Aceh Barat Tak Dapat Tambahan TKD, Bupati Tarmizi Minta Penjelasan Terbuka

17/04/2026

Tidak masuknya Aceh Barat sebagai daerah penerima TKD memicu reaksi keras dari masyarakat dan membuat warga berang. Isu ini terus menjadi perbincangan, termasuk di kalangan kepala desa (keuchik) wilayah terdampak yang secara tegas menyuarakan penolakan terhadap penetapan prioritas oleh Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA).

Informasi yang diterima Baratnews, Rabu (22/4/2026), menyebutkan terdapat tiga desa yang mengalami kerusakan paling parah, yakni Desa Sikundo, Lawet, dan Jambak di Kecamatan Pante Ceureumen. Di wilayah ini, sektor infrastruktur seperti jalan dan jembatan, serta lahan pertanian dan perumahan, mengalami kerusakan berat hingga hilang akibat terjangan banjir.

Kepala Desa Jambak, Lainiadi, kepada Baratnews, Selasa (21/4/2026), di lokasi terdampak, mengungkapkan sekitar 61 rumah tertimbun lumpur dengan ketinggian mencapai satu meter, enam rumah rusak parah, dan tiga rumah lainnya hilang total disapu banjir, sehingga warga terpaksa mengungsi di hunian sementara (huntara).

Selain itu, kantor desa, tempat pengajian anak, serta enam ruang sekolah dasar hilang tanpa jejak.

“Kalau untuk jalan memang tidak bisa diakses lagi, panjang ruas jalan yang terputus itu ada 350 meter. Ada empat titik lagi, jalan menuju Sikundo rusak parah, per titik kerusakan sekitar 350 hingga 400 meter. Terus jembatan gantung Jambak-Canggai juga tidak bisa digunakan lagi, irigasi dan sawah warga lebih dari 50 hektare rusak parah,” kata Lainiadi.

Ia menjelaskan, jalan yang sebelumnya sempat diperbaiki kembali rusak saat air sungai meluap. Jalan yang telah ditimbun tersebut kerap tergenang sehingga tidak dapat dilalui. Akses utama kemudian dialihkan melalui lahan milik warga dengan sistem pinjam pakai, namun kini akses tersebut juga telah dilarang untuk dipakai oleh pemilik lahan.

Menurutnya, besarnya dampak kerusakan yang dirasakan masyarakat tidak memberikan alasan bagi warga dan pemerintah desa untuk menerima keputusan tersebut. Mereka mendesak agar Aceh Barat dimasukkan dalam prioritas penerima anggaran TKD guna mempercepat pemulihan di berbagai sektor terdampak.

“Ini masih di Desa Jambak, belum desa-desa lain yang juga terdampak parah. Berapa besar kerusakan dan kerugiannya, coba turun langsung ke desa kami dan lihat kondisinya. Harapan kami kepada Pemerintah Aceh, agar Aceh Barat diperlakukan sama seperti daerah lain yang terdampak, jangan ada perbedaan,” tegasnya.

Berdasarkan catatan, berbagai sektor mengalami kerusakan dan kerugian yang mencapai Rp1,29 triliun, meliputi sektor perumahan dengan nilai kerusakan rumah berat, sedang, dan ringan sebesar Rp123,9 miliar.

Sementara itu, sektor infrastruktur mengalami dampak paling signifikan dengan total kerusakan dan kerugian mencapai Rp910,84 miliar, yang tersebar pada jalan dan jembatan, jaringan irigasi, serta fasilitas umum lainnya.

Di sektor sosial, dampak kerusakan dan kerugian juga terbilang besar. Pada bidang pendidikan tercatat sebesar Rp7,744 miliar, sementara sektor kesehatan mencapai Rp5,677 miliar.Dampak

Dampak tersebut tersebar di puluhan desa pada sejumlah kecamatan, di antaranya Sungai Mas, Pante Ceureumen, Woyla Timur, Panton Reu, Woyla, Arongan Lambalek, dan Woyla Barat. (*)

ADVERTISEMENT
Tags: Bencana AlamBencana SumateraKerugian PascabencanaKerusakan dan KerugianTKD
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jalur Laut Jadi Sorotan Peredaran Narkoba, BNNP Aceh Dorong Kolaborasi Lawan Narkoba

Related posts

Jalur Laut Jadi Sorotan Peredaran Narkoba, BNNP Aceh Dorong Kolaborasi Lawan Narkoba

by Redaksi
22 April 2026
0

“Modus operandi jaringan semakin kompleks, bahkan melibatkan kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak,” ujar Brigjen Dedy.

Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Masuk Tahap Lanjutan

by Redaksi
22 April 2026
0

Saat ini, penyidik tengah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi-saksi yang diperlukan.

BNNP dan RSJ Aceh Perkuat Sinergi Rehabilitasi Penyalahguna Narkotika

by Redaksi
21 April 2026
0

“Kami siap mendukung peningkatan kapasitas tenaga profesional, termasuk konselor adiksi, serta mendorong layanan rehabilitasi yang sesuai standar,” ujar Brigjen Dedy.

Cara Mudah Cek Bansos Lewat NIK, Desil 1–4 Jadi Prioritas

by Redaksi
20 April 2026
0

Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) triwulan II tahun 2026 kepada masyarakat yang berhak. Penyaluran...

Stok Beras Nasional Tembus 4,9 Juta Ton, Pemerintah Antisipasi El Nino

by Redaksi
20 April 2026
0

Badan Pangan Nasional melaporkan cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 4,9 juta ton, mendekati angka 5 juta ton yang...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Latest posts

Banjir Porak-porandakan Aceh Barat, Kerugian Rp1,29 Triliun Malah Tak Masuk TKD

by Redaksi
22 April 2026
0

“Kalau untuk jalan memang tidak bisa diakses lagi, panjang ruas jalan yang terputus itu ada 350 meter. Ada empat titik...

Jalur Laut Jadi Sorotan Peredaran Narkoba, BNNP Aceh Dorong Kolaborasi Lawan Narkoba

by Redaksi
22 April 2026
0

“Modus operandi jaringan semakin kompleks, bahkan melibatkan kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak,” ujar Brigjen Dedy.

Banda Aceh Rayakan HUT ke-821, Undian Umroh Jadi Daya Tarik

by Redaksi
22 April 2026
0

Momentum HUT ke-821 ini, kata Illiza, harus dimaknai sebagai titik balik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi warga.

Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Masuk Tahap Lanjutan

by Redaksi
22 April 2026
0

Saat ini, penyidik tengah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi-saksi yang diperlukan.

Aceh Barat Jadi Tuan Rumah Rakornis Perpustakaan dan Kearsipan se-Aceh 2026

by Redaksi
22 April 2026
0

“Rakornis ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang penting untuk berbagi pengalaman dan membangun sinergi antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah...

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© 2026 www.baratnews.co - All right reserved

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co