MEULABOH | BARATNEWS.CO – Bupati Aceh Barat Tarmizi bersama Wakil Bupati Said Fadheil menggelar kegiatan “berkantor sehari” di Desa Drien Sibak, Kecamatan Sungai Mas, Jumat (6/3/2026). Program ini dilakukan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), serta para camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Dalam kesempatan itu, Tarmizi menegaskan bahwa pemerintah daerah sengaja membawa seluruh jajaran organisasi perangkat daerah langsung ke desa agar masyarakat dapat menyampaikan berbagai kebutuhan dan aspirasi tanpa harus datang ke ibu kota kabupaten.
Menurutnya, Desa Drien Sibak dipilih karena merupakan salah satu desa yang cukup jauh dari pusat pemerintahan di Kecamatan Sungai Mas.
“Hari ini seluruh SKPK hingga kecamatan berkantor di sini. Pemerintah hadir langsung untuk memberikan pelayanan sekaligus mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung,” kata Tarmizi.
Selain menyerap aspirasi warga, ia juga menyinggung pentingnya integritas dalam proses politik. Tarmizi menegaskan bahwa dirinya bersama wakil bupati dapat memenangkan pemilihan tanpa praktik politik uang.
Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai bukti bahwa kontestasi politik tetap dapat berjalan secara sehat tanpa mengandalkan praktik transaksional.
“Kami sudah membuktikan Pilkada bisa dimenangkan tanpa money politik. Saya juga pernah dua kali terpilih sebagai anggota DPRA tanpa praktik tersebut,” ujarnya.
Tarmizi juga mengingatkan agar praktik politik uang tidak terjadi dalam pemilihan mukim maupun keuchik di Aceh Barat. Menurutnya, jika ditemukan indikasi politik uang dalam proses pemilihan tersebut, maka hasilnya dapat dibatalkan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Barat turut mengajak masyarakat untuk mulai membangun kemandirian ekonomi keluarga, salah satunya dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan sayuran.
Ia menyebut tanaman seperti cabai, tomat, dan sayuran lainnya dapat ditanam di sekitar rumah sehingga masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari pasar.
“Kita harus mulai mandiri. Jangan semua kebutuhan sayur dibeli dari Meulaboh. Manfaatkan saja lahan di sekitar rumah,” ujarnya.
Tarmizi juga mengungkapkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini menuntut pemerintah melakukan penghematan anggaran sehingga penggunaan dana harus lebih selektif dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh desa di Aceh Barat kini mengalami penurunan alokasi dana desa. Jika sebelumnya satu desa dapat menerima hingga sekitar Rp1 miliar per tahun, saat ini jumlahnya berkisar antara Rp300 juta hingga Rp500 juta.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Tarmizi juga meluncurkan Gampong Drien Sibak sebagai Gampong Bebas Narkoba, Judi, Judi Online, dan Aliran Sesat, sekaligus desa dengan komitmen penanganan stunting serta penguatan pemuda tangguh bencana.
Di sela agenda berkantor sehari, Bupati dan Wakil Bupati turut meninjau program pelayanan kesehatan Dokter Masuk Rumah (Dokmaru) yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Kunjungan tersebut didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran tim medis yang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sejumlah warga yang menderita penyakit kronis.
Beberapa warga yang diperiksa antara lain Bariah, Jauhari (62), Abdur Rajab (61), Maisarah (42), Khatijah (60), serta Niah (52). Mereka diketahui mengalami berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, hiperurisemia, hingga kolesterol tinggi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan Shalat Jumat bersama masyarakat di Masjid Gampong Tungkop. Pada kesempatan itu, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah untuk masjid sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di desa. (*)





Discussion about this post