MEULABOH | BARATNEWS CO – Seorang pekerja bangunan ditemukan meninggal dunia di sebuah ruko yang masih dalam tahap pembangunan di Jalan Imam Bonjol, Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (16/6/2026). Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.
Korban diketahui bernama Baihaqi (32), warga Desa Leungah, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar. Selama bekerja di Aceh Barat, korban tinggal sementara di lokasi proyek bersama sejumlah rekan sesama pekerja bangunan.
Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, AKP Deno Wahyudi, mengatakan pihaknya langsung melakukan serangkaian penyelidikan setelah menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan korban.
Petugas dari Polsek Johan Pahlawan bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Aceh Barat segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan berbagai keterangan yang diperlukan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini,” kata AKP Deno.
Korban pertama kali ditemukan oleh Agus Subandi (63), yang merupakan kepala tukang sekaligus rekan kerja korban di proyek pembangunan tersebut. Saat itu, Agus baru kembali dari melaksanakan salat Subuh di Masjid Agung Meulaboh.
Setelah tiba di lokasi dan berganti pakaian, saksi mendapati korban telah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa di bagian belakang bangunan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada penanggung jawab proyek sebelum diteruskan kepada pihak kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diketahui telah bekerja di proyek tersebut selama sekitar satu bulan bersama lima pekerja lainnya. Lokasi penemuan korban juga merupakan tempat tinggal sementara para pekerja selama pengerjaan bangunan berlangsung.
Penyidik turut mengamankan sejumlah barang milik korban, termasuk satu unit telepon genggam dan sebungkus rokok yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Barang-barang tersebut saat ini masih diperiksa untuk mendukung proses penyelidikan.
Polisi juga tengah menelusuri riwayat komunikasi terakhir korban melalui telepon genggam yang diamankan dari lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran lebih utuh mengenai aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Selain itu, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diduga sedang menghadapi persoalan pribadi dalam beberapa waktu terakhir. Informasi tersebut masih didalami penyidik dan belum dapat disimpulkan memiliki kaitan langsung dengan peristiwa yang terjadi.
Sementara itu, hasil pemeriksaan medis awal yang dilakukan oleh tim dokter RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh tidak menemukan adanya luka akibat benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh korban. Pemeriksaan juga tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi belum menemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, seluruh kemungkinan masih terus didalami untuk memastikan penyebab kematian korban secara menyeluruh.
“Semua informasi dari saksi maupun barang bukti akan dianalisis secara komprehensif. Kami akan melengkapi proses penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban,” ujar AKP Deno.
Saat ini jenazah korban masih berada di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh sambil menunggu kedatangan pihak keluarga. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan. (*)












