MEULABOH | BARATNEWS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Barat menggelar workshop indikator strategis tentang inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Meuligo Coffee, Meulaboh. Kegiatan ini melibatkan insan pers serta sejumlah instansi terkait.
Workshop tersebut membahas tiga topik utama, yakni inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan pemanfaatan data akurat oleh wartawan untuk dipublikasikan dalam bentuk berita maupun infografis.
Tiga pembicara hadir dalam kegiatan ini, yakni Plt Kepala BPS Aceh Tasdik Ilhamuddin, Kepala BPS Aceh Barat Rudi Hermanto, serta akademisi Universitas Teuku Umar Al Zuhri.
Kepala BPS Aceh Barat Rudi Hermanto mengatakan workshop ini bertujuan mendukung jurnalis dalam menyajikan berita berbasis data statistik yang akurat.
“Selain menambah wawasan bagi kami, forum ini juga memberi pemahaman baru bagi wartawan mengenai jurnalisme data, meski wartawan sudah memiliki ilmu itu sebelumnya,” ujar Rudi, saat berlangsung workshop indikator strategis, Kamis (28/8/2025).
Rudi menyebutkan, inflasi di Aceh Barat pada batasab Juli 2025 tercatat 3,49 persen secara year-on-year dan 0,39 persen month-to-month. Angka tersebut merupakan inflasi tertinggi di Aceh.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya menekan inflasi melalui pasar murah, operasi pasar beras, serta pengawasan harga di lapangan.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Aceh Barat tercatat meningkat, terutama dari sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, disusul sektor pertambangan batu bara.
“Data pertumbuhan ekonomi ini diperoleh dari survei lapangan. Kedua sektor tersebut menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di Aceh Barat,” kata Rudi. (*)
Discussion about this post