Baratnews.co
  • Home
  • News
  • Nasional
  • BIsnis
  • Politik
  • Opini
  • Budaya
  • Lifestyle
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Baratnews.co
Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
Baratnews.co
Home Kriminal

Lima WNI yang Ditembak Aparat Malaysia Bayar Kapal Ilegal Milik “Malik” Rp 5,5 Juta

Redaksi by Redaksi
29 Januari 2025
in Kriminal, Nasional
0

5 PMI di Selangor Malaysia ditembak petugas APMM, 1 tewas dan 4 kuka berat. Foto: KOMPAS.COM/KIKI SAFITRI

Spread the love

BARATNEWS.CO – Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditembak oleh Aparat Malaysia di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia baru saja membocorkan nama pelaku penyelundupan pekerja migran ilegal dari dan menuju Malaysia.

Mereka menyebut nama Malik sebagai salah satu pelaku.

Related posts

Investasi Butuh Trust, Prabowo Tekankan Kepastian Hukum

06/11/2025

Prabowo Perintahkan TNI untuk Siap Hadapi Bencana dan Operasi Global

03/11/2025

Bukan hanya menyebutkan nama, mereka juga menceritakan bahwa membayar kepada Malik untuk bisa pergi maupun pulang dari Malaysia.

Bayar 1.200-1.500 Ringgit untuk kabur dari Malaysia

Berdasarkan pada komunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia, dua orang WNI korban penembakan yang dirawat di rumah sakit menjelaskan bahwa mereka membayar kepada Malik untuk bisa kabur.

“Kalau dilihat dari status mereka, iya (korban penyelundupan orang),” ungkap Atase Polri di Malaysia Kombes (Pol) Juliarman Eka Putra Pasaribu dikutip dari siaran langsung KompasTV, Rabu (29/1/2025).

“Tapi, mereka juga adalah para pekerja ilegal yang ingin pulang ke Tanah Air dan tidak menggunakan jalur resmi,” imbuhnya.

Kedua WNI itu mengaku memberikan imbalan kepada Malik sekitar 1.500 Ringgit (Rp 5.519.625 dalam konversi kurs saat ini).

“Ada yang membayar 1.200 Ringgit, ada yang 1.500 Ringgit. Jadi sepertinya tidak ada plafon standar sehingga sepertinya itu bisa ditawar-tawar,” ujar Juliarman.

Pemerintah dampingi para korban

Juliarman menyebut, Malaysia saat ini sedang menelusuri apakah Malik merupakan jaringan lama penyelundupan pekerja ilegal atau baru.

Juliarman sekaligus memastikan pemerintah Indonesia melakukan pendampingan hukum terhadap para WNI pekerja ilegal yang diamankan otoritas Malaysia pasca peristiwa di perairan Tanjung Rhu itu.

“Pasti kami akan mendampingi mereka, termasuk konsuler kedutaan untuk menjamin hak-hak mereka terlindungi,” lanjut dia.

Kronologi WNI ditembak di Malaysia

Dilansir dari Kompas.com, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Judha Nugraha mengatakan, Petugas patroli maritim Malaysia mendapati kapal yang membawa lima pekerja migran Indonesia di Perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia.

Saat kapal melaju hendak meninggalkan Malaysia, aparat Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) lantas berusaha untuk menghentikannya.

Namun, adanya perlawanan dari korban membuat APMM melepaskan tembakan mengarah ke kapal yang didalamnya terdapat lima WNI yang berusaha kabur.

Peristiwa itu mengakibatkan satu WNI tewas, tiga luka berat, dan satu orang lainnya kritis. Para korban kemudian dirawat di rumah sakit di wilayah Selangor Malaysia.

WNI yang hendak kabur melakukan perlawanan

Berdasarkan pernyataan resmi dari Kepala Kepolisian Selangor, Datuk Hussein Omar Khan, APMM memutuskan untuk menembak lantaran korban diduga melakukan perlawanan.

“Kami yakin lebih banyak individu yang terlibat, mengingat kapasitas perahu tersebut 15 hingga 20 orang. Upaya sedang dilakukan untuk melacak tersangka yang tersisa,” terangnya.

Kapal yang dideteksi memberikan tumpangan kepada 20 orang termasuk lima WNI menyerang petugas menggunakan parang dan menabrak kapal patroli APMM sebanyak empat kali.

Hal itulah yang menyebabkan aparat Malaysia melakukan tindakan represif.

WNI yang ditembak tak bawa identitas resmi

Menanggapi kasus ini, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani menyebut bahwa lima WNI yang menjadi korban penembakan di Malaysia berstatus tidak prosedural.

Selain itu, ia juga mengonfirmasi, para korban tidak membawa identitas resmi sehingga menyulitkan proses identifikasi.

“Karena mereka tidak membawa identitas, prosesnya membutuhkan waktu,” kata Christina kepada Kompas.com, Minggu (26/1/2025).

Hingga saat ini pihaknya masih berupaya menelusuri identitas para korban dengan bantuan atase polisi di Malaysia dan mencari tahu dari mana lima WNI berasal.

“Kami sedang mengumpulkan informasi lebih lengkap terkait lokasi perawatan para korban. Ini penting agar kami bisa memantau kondisi mereka dengan lebih baik,” pungkas Christina. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Lima WNI yang Ditembak Aparat Malaysia Bayar Kapal Ilegal Milik “Malik” Rp 5,5 Juta”

Source: KOMPAS.com
Tags: baratbaratnewsbaratnews.coPekerja Migran IndonesiaWNI Ditembak
Previous Post

Bagi Ibu-ibu Wajib Tahu Tips ini Untuk Memperlancar ASI

Next Post

Ketua DPR Puan Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi dalam Momentum Perayaan Imlek

Next Post

Ketua DPR Puan Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi dalam Momentum Perayaan Imlek

Discussion about this post

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Adat Jeulame Aceh Diselaraskan dengan Syariat Agar Tak Menyimpang

by Redaksi
10 November 2025
0

Said menjelaskan, praktik pemberian mahar di Aceh sering kali menjadi ajang pembuktian kemampuan finansial, sehingga justru menambah beban bagi calon...

Setelah 15 Tahun, Soeharto Akhirnya Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

by Redaksi
10 November 2025
0

Tahun 2025 menjadi kali ketiga usulan kembali dibahas, hingga akhirnya diputuskan untuk ditetapkan sebagai penerima gelar pahlawan nasional. Dengan demikian,...

Hujan Deras Picu Longsor di Panjupian, Polisi dan BPBD Gerak Cepat Tangani

by Redaksi
10 November 2025
0

Material longsor berupa tanah dan batang pohon menutup sebagian badan jalan sehingga arus lalu lintas di jalur utama antar kabupaten...

Wagub Aceh Ziarahi Makam Pahlawan di Peuniti

by Redaksi
10 November 2025
0

Upacara dimulai sejak pagi, diikuti barisan pasukan gabungan Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, Aparatur Sipil Negara (ASN), personel Satpol PP,...

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kategori

  • Bisnis
  • Budaya
  • Business
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Foto News
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Nasional
  • National
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© 2025 www.baratnews.co - All right reserved

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co

No Result
View All Result
  • News
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • BIsnis
  • Budaya
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • National
  • Travel
  • Opini
    • Bupati Tarmizi Tegaskan Audit CSR PT Mifa Bukan Niat Cari Kesalahan
      • Forbina: Dirut PEMA Tak Paham Bisnis, Saatnya Dievaluasi!

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co