MEULABOH | BARATNEWS.CO – Sedikitnya 1.400 warga memadati kawasan Tugu Kupiah Meukeutop Teuku Umar, Meulaboh, Sabtu (27/6/2026), untuk mengikuti Talk Show dan Plogging Warrior MIFA-BEL “Aksi Bakti untuk Bumi”.
Kegiatan itu tak hanya sekedar berdiskusi, sebagian para peserta turun langsung membersihkan saluran drainase, pinggir jalan, dan lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan yang diprakarsai PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari (BEL) bekerja sama dengan Pandawara Group serta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat itu tidak sekadar aksi bersih-bersih lingkungan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar membangun kebiasaan menjaga kebersihan secara berkelanjutan di wilayahnya masing-masing.
Manajer CSR dan Corporate Communication PT Mifa Bersaudara, Teungku Khadafi, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan semakin besarnya kepedulian terhadap persoalan lingkungan.
“Jumlah peserta yang mendaftar sekitar 1.400 orang. Mereka sangat antusias mengikuti aksi bersih-bersih, mulai dari kawasan Tugu Kupiah Meukeutop berjalan kaki mengelilingi sekitaran, hingga saluran drainase di Desa Kuta Padang,” kata Khadafi.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah maupun perusahaan. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar budaya hidup bersih benar-benar tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Ini adalah aksi kolaborasi. Lingkungan yang bersih menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu perusahaan, pemerintah, komunitas, organisasi masyarakat hingga warga harus bergerak bersama menjaga lingkungan,” ujarnya.

Khadafi menilai, sebagian masyarakat sebenarnya telah memahami pentingnya membuang sampah. Namun, masih banyak yang belum memiliki kesadaran untuk membuang sampah di tempat yang benar. Akibatnya, sungai, saluran drainase, dan ruang-ruang publik masih menjadi lokasi pembuangan sampah.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak melihat secara langsung bahwa membersihkan tumpukan sampah membutuhkan tenaga, waktu, dan kerja sama yang besar. Karena itu, membuang sampah pada tempatnya jauh lebih mudah dibandingkan membersihkannya setelah mencemari lingkungan.
Untuk memperkuat pesan tersebut, penyelenggara menghadirkan Pandawara Group, komunitas yang dikenal luas karena aksi membersihkan sungai dan kawasan penuh sampah di berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka diharapkan mampu menginspirasi generasi muda dan seluruh kalangan agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Pandawara hadir bukan hanya sekedar berpartisipasi, tetapi juga memberikan edukasi dan motivasi agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Harapannya, kesadaran menjaga lingkungan tumbuh dari diri sendiri,” jelas Khadafi.
Ia menyebut menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan. Lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang.
“Kita ingin menyelamatkan bumi bersama-sama. Bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya. (*)










