MEULABOH | BARATNEWS.CO – Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haytar, meninjau pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Meulaboh di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Minggu (17/5/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM.
Dalam peninjauan itu, Wali Nanggroe mengaku bangga melihat progres pembangunan RS Regional Meulaboh yang telah mencapai sekitar 50 persen sejak mulai dirintis pada 2017 lalu.
“Yang saya kecewa kenapa ini sampai terhenti. Ini akan kita usahakan bersama, dan saya akan berbicara langsung kepada Presiden agar rumah sakit ini segera dibantu dan diselesaikan,” ujar Malik Mahmud.
Ia berharap keberadaan RS Regional Meulaboh nantinya dapat memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat wilayah barat selatan Aceh sehingga tidak lagi bergantung ke RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh.
“Mudah-mudahan dengan adanya RS Regional ini masyarakat di wilayah barat selatan sudah memiliki rumah sakit yang baik dan tidak perlu lagi ke RS Zainoel Abidin,” katanya.
Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi menyampaikan apresiasi atas perhatian Wali Nanggroe terhadap pembangunan di wilayah barat selatan Aceh, khususnya RS Regional Meulaboh.
Menurutnya, Wali Nanggroe tidak hanya meninjau rumah sakit, tetapi juga memberi berbagai masukan terkait penguatan ekonomi daerah, UMKM, hingga penataan kota.
“Wali juga akan mengajak kami bertemu Presiden untuk memperjuangkan pembangunan RS Regional melalui dukungan APBN,” kata Tarmizi.
Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh Barat juga masih memperjuangkan tambahan anggaran melalui APBA sebesar Rp50 miliar untuk kelanjutan pembangunan rumah sakit tersebut.
Selain itu, pihaknya berharap dukungan dana otsus melalui skema multiyears minimal Rp150 miliar agar RS Regional Meulaboh dapat dituntaskan dan mulai beroperasi pada akhir 2028. (*)












