BANDA ACEH | BARATNEWS.CO — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, menegaskan peran strategis alumni Universitas Gadjah Mada dalam mendorong pembangunan daerah saat membuka Rapat Kerja (Raker) dan Silaturahmi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Landmark BSI Banda Aceh itu dihadiri para pengurus dan anggota Kagama dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pemerintahan, akademisi hingga dunia usaha.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Kagama Aceh, M Nasir menekankan bahwa organisasi alumni tidak boleh sekadar menjadi ruang temu sosial. Ia menyebut Kagama harus tampil sebagai kekuatan pemikiran dan aksi nyata yang memberi kontribusi bagi kemajuan Aceh.
“Potensi alumni UGM tersebar di berbagai sektor. Ini harus disatukan dalam semangat kolaborasi agar mampu menjadi energi kolektif untuk mendorong pembangunan Aceh yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Sekda.
Ia juga menyoroti rekam jejak Kagama Aceh yang dinilai konsisten hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam penanganan bencana. Sejak masa awal pascabencana gempa dan tsunami 2004, hingga berbagai bencana lain, Kagama disebut aktif terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
Menurut M Nasir, keterlibatan tersebut tidak hanya dalam penyaluran bantuan, tetapi juga mencakup peran relawan hingga dukungan pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak, termasuk di Aceh Tamiang.
Di sektor pendidikan, Kagama Aceh juga menjalankan program berkelanjutan melalui pemberian beasiswa kepada anak-anak di Aceh sejak 2023. Program ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Lebih lanjut, M Nasir menegaskan bahwa rapat kerja ini menjadi momentum penting untuk merumuskan program yang lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar setiap rencana tidak berhenti pada konsep, melainkan dapat diimplementasikan secara konkret.
“Raker ini harus menghasilkan program yang aplikatif dan terukur. Kagama Aceh harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan,” tegasnya. (*)













