SIMEULUE | BARATNEWS.CO – Warga Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, berhasil menangkap seekor buaya yang diduga memangsa seorang ibu rumah tangga berinisial Jusmitawati (35), Senin (16/2/2026). Dari dalam perut predator tersebut, warga menemukan sebagian tubuh korban.
Penangkapan dilakukan setelah ratusan warga melakukan penyisiran sepanjang Sungai Luan Boya sejak Minggu (15/2/2026), sehari setelah korban dilaporkan tewas diterkam buaya saat mencari lokasi.
Dengan peralatan seadanya seperti jaring, tombak, tali, dan senjata tajam, warga menyisir aliran sungai yang selama ini dikenal sebagai habitat buaya. Predator tersebut akhirnya ditemukan sekitar satu kilometer dari muara Sungai Luan Boya, tidak jauh dari lokasi awal korban diserang.
Dalam sejumlah video dan foto amatir yang beredar, tampak seekor buaya berukuran besar diperkirakan sepanjang sekitar enam meter dengan lebar hampir satu meter berhasil dilumpuhkan dan diseret ke daratan oleh warga.
Dalam rekaman tersebut, juga terlihat warga yang masih diliputi emosi membelah perut buaya. Dari dalamnya ditemukan kain serta sebagian anggota tubuh korban.
Ketua DPRK Simeulue, Rasmanudin H Rahamin, yang turut berada di lokasi saat penangkapan, membenarkan temuan tersebut.
“Setelah perut buaya dibelah warga, ditemukan kain dan sebagian tubuh korban pencari kerang,” ujar Rasmanudin dalam video yang beredar.
Menurut keterangan warga Desa Buluh Hadek, pencarian dilakukan intensif sejak Minggu sore hingga akhirnya buaya berhasil ditemukan dan ditangkap keesokan harinya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, prosesi fardhu kifayah terhadap almarhumah Jusmitawati telah dilakukan dua kali. Prosesi pertama dilaksanakan pada Minggu (15/2/2026) setelah korban dinyatakan meninggal dunia.
Kemudian, setelah sebagian tubuh korban ditemukan dalam perut buaya pada Senin (16/2/2026), keluarga kembali melaksanakan fardhu kifayah kedua sebelum proses pemakaman dilanjutkan.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi peringatan bagi warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah sungai yang rawan kemunculan buaya. (*)








Discussion about this post