BANDA ACEH | BARATNEWS.CO – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin, mengeluarkan maklumat kepada masyarakat, termasuk kalangan pers, agar waspada terhadap upaya penipuan yang menggunakan nama dan foto dirinya. Hingga kini, pelaku yang mencatut identitas Ketua PWI Aceh tersebut masih aktif mengincar korban.
Maklumat itu disampaikan setelah pada Jumat, 10 Oktober 2025, sejumlah pengguna ponsel dihubungi oleh akun WhatsApp yang menggunakan foto dan nama Nasir Nurdin, lengkap dengan nama panggilan “Abu.” Sedikitnya, dua orang telah menerima panggilan dari nomor 0858-3078-4903, yang mengaku sebagai Ketua PWI Aceh dan menawarkan mobil Pajero.
Salah satu penerima pesan, Saiful Isky, mengaku nomor tersebut sempat menghubungi istrinya.
“Nomor itu mengaku Abu dan menawarkan mobil Pajero. Karena mencurigakan, saya langsung konfirmasi ke beliau,” kata Saiful dalam pesannya.
Tak berselang lama, nomor yang sama juga menghubungi Abah Abhenk melalui WhatsApp dengan modus serupa.
“Saya langsung tanya ke Ketua PWI Aceh, apakah benar nomor itu miliknya, karena ada yang menelepon saya juga,” ujarnya.
Sebelumnya, tiga hari lalu, jaringan penipu dengan nomor berbeda (0857-6219-0399) juga mencoba menipu sejumlah wartawan dengan modus lelang mobil Pajero Sport. Meski gagal, upaya itu menegaskan bahwa pelaku masih terus beroperasi.
Namun, seorang sahabat Nasir Nurdin di Pidie, Razali Achmad, sempat menjadi korban dan mentransfer uang Rp35 juta ke rekening Bank BNI 1975717873 atas nama Hari Murianto, untuk biaya pajak dan balik nama mobil yang ditawarkan.
“Saya terlanjur transfer karena yang muncul di kontak adalah foto dan nama Abu (Nasir Nurdin),” ungkap Razali.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua PWI Aceh menegaskan bahwa nomor telepon resmi miliknya hanya dua, yaitu 0811-688-898 dan 0813-9613-2524.
“Tak ada nomor pribadi lain selain dua itu. Jika ada nomor lain yang mencatut nama dan foto saya, dipastikan itu penipu,” tegas Nasir.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak langsung percaya meski foto dan nama yang muncul tampak asli, melainkan memastikan nomor kontak terlebih dahulu.
“Kalau bukan dua nomor itu, abaikan saja,” ujar Ketua PWI Aceh. (*)













