MEULABOH | BARATNEWS.CO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan total luas lahan yang terdampak kebakaran hingga Jumat (12/6/2026) mencapai sekitar 34,1 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Tim gabungan masih terus melakukan penanganan di sejumlah titik. Saat ini kondisi di beberapa lokasi sudah mulai terkendali, namun belum padam total sehingga upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan,” kata Teuku Ronal Nehdiansyah.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Barat, wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Bubon, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, Meureubo, dan Samatiga.
Kecamatan Bubon menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar, yakni sekitar 25 hektare yang tersebar di Desa Berawang dan Kuta Padang Layung. Sementara kebakaran juga terdeteksi di Desa Lapang dan Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Desa Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, serta beberapa titik di Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo dan Desa Cot Seumeureung, Kecamatan Samatiga.
BPBD Aceh Barat mencatat titik api mulai terpantau secara bertahap sejak akhir Mei hingga awal Juni 2026. Sejak saat itu, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Koramil, Polsek, KPH IV, relawan mahasiswa, serta masyarakat setempat terus melakukan pemadaman di lapangan.
Untuk mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengerahkan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 4 dan 6 Juni 2026. Selain itu, satu unit helikopter water bombing juga dikerahkan sejak 7 Juni dan masih terus melakukan penyiraman udara pada titik-titik yang sulit dijangkau petugas.
Pada Jumat (12/6/2026), pemadaman difokuskan di kawasan Desa Cot Seumeureung, Kecamatan Samatiga, yang masih memiliki titik api aktif. Operasi dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan dukungan water bombing dari udara.
Menurut Teuku Ronal, hingga saat ini tingkat penanganan di Kecamatan Bubon telah mencapai sekitar 95 persen dari total area yang terbakar. Sementara di Kecamatan Samatiga, proses pemadaman dan pendinginan baru mencapai sekitar 70 persen sehingga masih membutuhkan penanganan lanjutan.
“Kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah angin yang cukup kencang, asap tebal yang mengurangi jarak pandang, serta akses kendaraan roda empat yang sulit menjangkau lokasi kebakaran,” ujarnya.
Akibat kebakaran tersebut, vegetasi di sejumlah kawasan mengalami kerusakan. Selain itu, asap yang ditimbulkan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat serta meningkatkan risiko meluasnya kebakaran apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh.
BPBD Aceh Barat memastikan pemantauan dan pemadaman akan terus dilakukan hingga seluruh titik api benar-benar padam dan kondisi dinyatakan aman. (*)












