MEULABOH | BARATNEWS.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Aceh Barat terus meluas hingga mencapai sekitar 23,6 hektare. Untuk mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dijadwalkan mengerahkan helikopter water bombing guna membantu pemadaman di wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan permintaan bantuan armada udara telah diajukan mengingat kebakaran masih terjadi di sejumlah lokasi dan sebagian area sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Kami telah meminta bantuan kepada BNPB berupa helikopter water bombing untuk membantu proses pemadaman api yang terus meluas,” kata Ronald di Meulaboh, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, pemerintah pusat merespons cepat permintaan tersebut. Helikopter water bombing milik BNPB dijadwalkan mulai beroperasi di Aceh Barat pada Rabu pagi.
“Sekitar pukul 08.00 WIB dimulai operasi pemadaman karhutla menggunakan helikopter water bombing dari BNPB,” ujarnya.
Fokus operasi udara akan diarahkan ke Desa Kuta Padang, Kecamatan Bubon, yang menjadi lokasi terparah sekaligus episentrum kebakaran saat ini. Pemadaman dari udara diharapkan mampu menjangkau area yang sulit diakses tim darat dan memutus jalur penyebaran api lebih efektif.
Berdasarkan data BPBD Aceh Barat hingga Selasa (2/6/2026) malam, total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 23,6 hektare dan tersebar di empat kecamatan, yakni Bubon, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo.
Kecamatan Bubon menjadi wilayah terdampak paling luas dengan estimasi kebakaran mencapai 20 hektare. Sementara sisanya tersebar di Kecamatan Johan Pahlawan sekitar 1 hektare, Arongan Lambalek 1 hektare, dan Meureubo sekitar 1,6 hektare.
Ronald mengatakan sejumlah titik api masih terpantau di lapangan dan berpotensi terus menjalar apabila tidak segera ditangani secara maksimal.
Karhutla pertama kali teridentifikasi pada Sabtu (30/5/2026) di Kecamatan Bubon. Sehari kemudian, kebakaran lahan kembali dilaporkan terjadi di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan. Selanjutnya, titik api juga muncul di Desa Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, serta Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo.
Dalam upaya penanganan, BPBD Aceh Barat mengerahkan puluhan personel bersama unsur TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta masyarakat setempat. Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa portable dan membuat sekat bakar untuk menghentikan pergerakan api.
Hingga saat ini, pemadaman di Kecamatan Johan Pahlawan dan Arongan Lambalek telah berhasil dituntaskan 100 persen. Sementara di Kecamatan Meureubo mencapai sekitar 90 persen. Adapun di Kecamatan Bubon, petugas baru berhasil mengendalikan sekitar 8 hektare atau 40 persen dari total area yang terbakar.
BPBD juga mencatat kebakaran telah merusak vegetasi tanaman serta menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Upaya pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari angin kencang, asap tebal yang membatasi jarak pandang, hingga akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
Saat ini, tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pemantauan intensif guna memastikan kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya. (*)













