MEULABOH | BARATNEWS.CO – Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Senin (9/3/2026). Kunjungan tersebut didampingi Bupati Aceh Barat Tarmizi.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fisik bangunan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran guna menyelesaikan pembangunan rumah sakit tersebut.
Menurut Muhammad Nasir, Pemerintah Aceh sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar pada tahun lalu untuk tahap penyelesaian pembangunan. Namun, berdasarkan arahan Gubernur Aceh, tahun ini pemerintah provinsi berencana menambah dukungan anggaran sekitar Rp90 miliar.
“Dana tersebut direncanakan berasal dari pengembalian Transfer ke Daerah (TKD). Karena itu kami meninjau langsung kondisi rumah sakit ini untuk melihat kebutuhan teknis di lapangan,” ujar Nasir.
Ia mengatakan saat ini pemerintah provinsi masih melakukan koordinasi dan penghitungan kebutuhan anggaran agar pembangunan dapat dilanjutkan pada 2026 dan rumah sakit tersebut bisa segera difungsikan.
Selain aspek pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan rencana pengelolaan operasional rumah sakit, termasuk kebutuhan sumber daya manusia.
“Untuk tenaga kerja dan operasional nantinya akan ada kolaborasi antara Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, serta kabupaten sekitar seperti Aceh Jaya dan Nagan Raya,” katanya.
Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi menjelaskan bahwa pada tahun ini Pemerintah Aceh baru mengalokasikan sekitar Rp1 miliar untuk kebutuhan perencanaan lanjutan pembangunan rumah sakit tersebut.
Menurutnya, tambahan anggaran yang lebih besar akan menunggu realisasi dana pengembalian TKD dari pemerintah pusat.
“Kita memperkirakan kebutuhan sekitar Rp90 miliar agar pada akhir tahun depan rumah sakit ini sudah bisa dilakukan soft launching,” kata Tarmizi.
Ia menjelaskan bahwa jika anggaran tersebut tersedia, beberapa fasilitas utama rumah sakit seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang poli, ruang rawat inap, ruang administrasi, serta ruang operasi ditargetkan sudah dapat difungsikan secara bertahap.
Tarmizi juga menyebut bahwa pembangunan lanjutan kemungkinan akan menggunakan skema tahun jamak atau multi years apabila dana Otonomi Khusus Aceh tersedia kembali.
Setelah pembangunan rampung, rumah sakit tersebut direncanakan akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk dikelola sebagai fasilitas pelayanan kesehatan regional.
“Tadi Pak Sekda juga melihat langsung progres pembangunan yang sudah cukup jauh. Setelah Lebaran nanti kita akan duduk bersama Dinas Kesehatan untuk meninjau kembali kebutuhan riil anggaran,” ujar Tarmizi. (*)






Discussion about this post