Baratnews.co
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Home
  • BIsnis
  • Politik
  • Opini
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Baratnews.co
Kamis, 9 April 2026
No Result
View All Result
Baratnews.co
Home Uncategorized

Lubang Raksasa di Ketol Aceh Tengah Disebut Longsoran, Bukan Sinkhole

Redaksi by Redaksi
21 Februari 2026
in Uncategorized
0
Spread the love

Faktor gempa bumi, menurut Adrin, diduga berperan mempercepat longsoran tersebut. Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Aceh Tengah pada 2013 diperkirakan memperlemah struktur lereng dan memicu ketidakstabilan yang semakin besar.

JAKARTA | BARATNEWS.CO – Lubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga mencapai luas 27 ribu meter persegi. Badan Riset dan Inovasi Nasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai lubang tersebut hasil longsoran tanah bukan sinkhole.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Adrin Tohari mengatakan kawasan Ketol tidak terdiri atas batu gamping, yang biasanya memicu terjadinya sinkhole, melainkan oleh material tufa hasil aktivitas Gunung Geurendong yang sudah tidak aktif. Tufa ini, lanjut Adrin, merupakan lapisan muda yang belum terpadatkan dengan baik, sehingga mudah runtuh.

“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” jelas Adrin dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Related posts

Usut Pembiayaan Fiktif, Ditreskrimsus Polda Aceh Geledah Kantor PT BPRS Gayo Aceh Tengah

08/05/2025

Kodam IM Bekuk Seorang Pekerja Bangunan Pengedar Narkoba di Aceh Tengah

23/03/2025

Berdasarkan citra satelit Google Earth sejak 2010, kawasan Ketol sudah menunjukkan adanya lembah kecil yang semakin melebar seiring waktu karena proses erosi dan longsoran. Adrin menilai proses itu terus berlangsung, dan mengakibatkan lembah semakin melebar dan memanjang hingga membentuk lubang besar.

Dugaan Faktor Pendukung Lubang Semakin Besar

Faktor gempa bumi, menurut Adrin, diduga berperan mempercepat longsoran tersebut. Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Aceh Tengah pada 2013 diperkirakan memperlemah struktur lereng dan memicu ketidakstabilan yang semakin besar.

Selain gempa, kata Adrin, hujan lebat juga menjadi pemicu utama. Batuan tufa yang rapuh mudah jenuh air, menyebabkan lapisan tanah kehilangan daya ikat dan akhirnya runtuh.

Selain faktor gempa dan hujan, saluran irigasi perkebunan yang terbuka turut mempercepat proses longsor. Air yang meresap ke dalam tanah meningkatkan kelembaban lapisan tufa, menjadikannya lebih rentan terhadap keruntuhan.

“Jika saluran irigasi terbuka dan air terus masuk ke dalam tanah, lapisan yang sudah rapuh itu menjadi semakin tidak stabil,” ujarnya.

Adrin mengungkapkan hipotesis adanya aliran air tanah yang menggerus batas antara lapisan tufa yang rapuh dan batuan lebih padat di bawahnya. Hal ini, kata Adrin, menyebabkan bagian atas tebing kehilangan penyangga dan runtuh secara bertahap.

Menurutnya, fenomena lubang besar ini tak terjadi secara tiba-tiba. Namun, merupakan proses yang berlangsung puluhan hingga ratusan tahun.

Fenomena Lubang Besar Serupa

Kondisi serupa dapat ditemukan di wilayah lain yang memiliki karakter geologi batuan gunung api muda. Adrin mencontohkan Ngarai Sianok di Sumatera Barat yang terbentuk melalui proses geologi panjang terkait dengan aktivitas tektonik Sesar Besar Sumatera dengan karakter batuan serupa.

BRIN belum melakukan penelitian lapangan langsung untuk memastikan lebih lanjut penyebab fenomena tersebut. Namun BRIN telah melakukan analisis berdasarkan citra satelit dan data publik.

“Kami masih sebatas menganalisis berdasarkan data citra dan informasi publik. Untuk memastikan penyebab secara detail diperlukan penelitian komprehensif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adrin mengusulkan agar peta kerentanan gerakan tanah diperbarui setelah kejadian ini. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap tanda-tanda awal seperti munculnya retakan tanah atau amblesan kecil di area sekitar.

“Peta kerentanan gerakan tanah sebenarnya sudah ada, tetapi perlu diperbarui setelah kejadian ini agar lebih akurat dan operasional. Yang terpenting sekarang adalah memahami prosesnya dan segera melakukan langkah mitigasi agar risiko korban jiwa dapat dihindari,” imbuhnya. (*)

ADVERTISEMENT
Source: Detik.com
Tags: Aceh TengahKetolLubang RaksasaSinkhole
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gercep Subuh Razia Balap Liar, Polantas Aceh Barat Tilang 5 Pengendara

Next Post

Tito Pastikan Rekonstruksi Aceh Dipercepat

Related posts

Dek Gam Turun Tangan, Polda Aceh Janji Tuntaskan Profesional

by Redaksi
2 April 2026
0

"Kasus ini dipastikan diselesaikan secara profesional," kata Kombes Pol Wahyudi

Bupati Tarmizi Serahkan Laporan Keuangan ke BPK, Target Raih Oipini WTP

by Redaksi
31 Maret 2026
0

“Setiap akhir Maret, seluruh pemerintah daerah wajib menyerahkan laporan keuangan kepada BPK untuk dilakukan audit secara menyeluruh,” ujar Tarmizi.

Mualem Minta Polri Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan Warga Aceh

by Redaksi
31 Maret 2026
0

“Atas nama Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh, kami mengecam keras kejadian ini,” ujar Mualem.

Diduga Lamban Tangani Kasus, YLBH-KI Desak Kapolres Yhogi Evaluasi Bawahannya

by Redaksi
30 Maret 2026
0

“Ada sejumlah laporan yang telah disampaikan ke Propam Mabes Polri terkait kinerja penyidik di unit Pidum. Hal ini menunjukkan perlunya...

Sejumlah Pejabat Polres Aceh Barat Dirotasi

by Redaksi
30 Maret 2026
0

“Mutasi ini adalah hal yang wajar untuk meningkatkan kinerja organisasi sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolres Yhogi.

Next Post

Tito Pastikan Rekonstruksi Aceh Dipercepat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Latest posts

Aceh Barat Percepat Pemutakhiran DTSEN untuk Bantuan Tepat Sasaran

by Redaksi
8 April 2026
0

“Data yang akurat adalah kunci utama dalam menentukan kebijakan yang efektif. Karena itu, pemutakhiran DTSEN harus dilakukan secara serius, cepat,...

Sekda Aceh Buka Konsultasi Publik RKPA 2027, Fokus Pemulihan Pascabencana

by Redaksi
8 April 2026
0

“Melalui forum ini, kita ingin memastikan adanya keselarasan antara prioritas pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, sehingga tercipta sinergi yang kuat,”...

Mualem Paparkan LKPJ 2025 di DPRA, Pendapatan Aceh Lampaui Target

by Redaksi
8 April 2026
0

“LKPJ ini adalah bentuk pertanggungjawaban atas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan sepanjang 2025, sekaligus menjadi dasar untuk memperbaiki kebijakan ke depan,”...

BPOM Temukan 24 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia, Masyarakat Diminta Waspada

by Redaksi
8 April 2026
0

Temuan ini merupakan hasil pengawasan intensif selama Januari hingga Februari 2026 melalui pengujian terhadap 1.858 sampel obat bahan alam, obat...

BNN Usulkan Larangan Vape dan Revisi UU Narkotika

by Redaksi
8 April 2026
0

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusulkan pelarangan peredaran vape atau rokok elektrik setelah menemukan indikasi kuat perangkat tersebut digunakan sebagai media...

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© 2026 www.baratnews.co - All right reserved

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co