Baratnews.co
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Home
  • BIsnis
  • Politik
  • Opini
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Baratnews.co
Minggu, 24 Mei 2026
No Result
View All Result
Baratnews.co
Home Uncategorized

Lubang Raksasa di Ketol Aceh Tengah Disebut Longsoran, Bukan Sinkhole

Redaksi by Redaksi
21 Februari 2026
in Uncategorized
0
Spread the love

Faktor gempa bumi, menurut Adrin, diduga berperan mempercepat longsoran tersebut. Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Aceh Tengah pada 2013 diperkirakan memperlemah struktur lereng dan memicu ketidakstabilan yang semakin besar.

JAKARTA | BARATNEWS.CO – Lubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga mencapai luas 27 ribu meter persegi. Badan Riset dan Inovasi Nasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai lubang tersebut hasil longsoran tanah bukan sinkhole.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Adrin Tohari mengatakan kawasan Ketol tidak terdiri atas batu gamping, yang biasanya memicu terjadinya sinkhole, melainkan oleh material tufa hasil aktivitas Gunung Geurendong yang sudah tidak aktif. Tufa ini, lanjut Adrin, merupakan lapisan muda yang belum terpadatkan dengan baik, sehingga mudah runtuh.

“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” jelas Adrin dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Related posts

Usut Pembiayaan Fiktif, Ditreskrimsus Polda Aceh Geledah Kantor PT BPRS Gayo Aceh Tengah

08/05/2025

Kodam IM Bekuk Seorang Pekerja Bangunan Pengedar Narkoba di Aceh Tengah

23/03/2025

Berdasarkan citra satelit Google Earth sejak 2010, kawasan Ketol sudah menunjukkan adanya lembah kecil yang semakin melebar seiring waktu karena proses erosi dan longsoran. Adrin menilai proses itu terus berlangsung, dan mengakibatkan lembah semakin melebar dan memanjang hingga membentuk lubang besar.

Dugaan Faktor Pendukung Lubang Semakin Besar

Faktor gempa bumi, menurut Adrin, diduga berperan mempercepat longsoran tersebut. Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Aceh Tengah pada 2013 diperkirakan memperlemah struktur lereng dan memicu ketidakstabilan yang semakin besar.

Selain gempa, kata Adrin, hujan lebat juga menjadi pemicu utama. Batuan tufa yang rapuh mudah jenuh air, menyebabkan lapisan tanah kehilangan daya ikat dan akhirnya runtuh.

Selain faktor gempa dan hujan, saluran irigasi perkebunan yang terbuka turut mempercepat proses longsor. Air yang meresap ke dalam tanah meningkatkan kelembaban lapisan tufa, menjadikannya lebih rentan terhadap keruntuhan.

“Jika saluran irigasi terbuka dan air terus masuk ke dalam tanah, lapisan yang sudah rapuh itu menjadi semakin tidak stabil,” ujarnya.

Adrin mengungkapkan hipotesis adanya aliran air tanah yang menggerus batas antara lapisan tufa yang rapuh dan batuan lebih padat di bawahnya. Hal ini, kata Adrin, menyebabkan bagian atas tebing kehilangan penyangga dan runtuh secara bertahap.

Menurutnya, fenomena lubang besar ini tak terjadi secara tiba-tiba. Namun, merupakan proses yang berlangsung puluhan hingga ratusan tahun.

Fenomena Lubang Besar Serupa

Kondisi serupa dapat ditemukan di wilayah lain yang memiliki karakter geologi batuan gunung api muda. Adrin mencontohkan Ngarai Sianok di Sumatera Barat yang terbentuk melalui proses geologi panjang terkait dengan aktivitas tektonik Sesar Besar Sumatera dengan karakter batuan serupa.

BRIN belum melakukan penelitian lapangan langsung untuk memastikan lebih lanjut penyebab fenomena tersebut. Namun BRIN telah melakukan analisis berdasarkan citra satelit dan data publik.

“Kami masih sebatas menganalisis berdasarkan data citra dan informasi publik. Untuk memastikan penyebab secara detail diperlukan penelitian komprehensif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adrin mengusulkan agar peta kerentanan gerakan tanah diperbarui setelah kejadian ini. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap tanda-tanda awal seperti munculnya retakan tanah atau amblesan kecil di area sekitar.

“Peta kerentanan gerakan tanah sebenarnya sudah ada, tetapi perlu diperbarui setelah kejadian ini agar lebih akurat dan operasional. Yang terpenting sekarang adalah memahami prosesnya dan segera melakukan langkah mitigasi agar risiko korban jiwa dapat dihindari,” imbuhnya. (*)

ADVERTISEMENT
Source: Detik.com
Tags: Aceh TengahKetolLubang RaksasaSinkhole
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gercep Subuh Razia Balap Liar, Polantas Aceh Barat Tilang 5 Pengendara

Next Post

Tito Pastikan Rekonstruksi Aceh Dipercepat

Related posts

HIMADISTRA FISIP UTU Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Lhokseumawe

by Redaksi
14 Mei 2026
0

Diketahui, musibah kebakaran tersebut menghanguskan 77 rumah warga dan menyebabkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal serta harta benda.

Syafrial Ardy Terpilih Pimpin KB PII Aceh Barat, Hasilkan Rekomendasi Strategis

by Redaksi
26 April 2026
0

“KB PII harus menjadi wadah yang tidak hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan aksi nyata bagi kemajuan...

Kemenag Perkuat Data MBG, 15,6 Juta Santri dan Siswa Jadi Prioritas

by Redaksi
23 April 2026
0

JAKARTA | BARATNEWS.CO — Kementerian Agama menegaskan komitmennya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperkuat integrasi data guna memastikan...

Aceh Siap Jadi Tuan Rumah Hari Posyandu Nasional 2026, Marlina: Harus Jadi Contoh

by Redaksi
14 April 2026
0

“Meski baru dilanda bencana, kita harus menunjukkan bahwa Aceh tetap mampu bangkit dan menyukseskan event nasional ini,” kata perempuan yang...

Mualem Lantik Tiga Kepala SKPA, Tekankan Kinerja dan Serapan Anggaran

by Redaksi
11 April 2026
0

“Dengan waktu kerja yang terbatas, kinerja harus dipacu. Setiap program harus berjalan efektif dan memberikan hasil nyata,” ujar Mualem.

Next Post

Tito Pastikan Rekonstruksi Aceh Dipercepat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Latest posts

Pemerintah Aceh dan ASDP Buka Jalur Penyeberangan Jakarta–Malahayati

by Redaksi
23 Mei 2026
0

“Selama ini distribusi barang dari Pulau Jawa menuju Aceh masih sangat bergantung pada jalur darat lintas Sumatera yang membutuhkan waktu...

PWI Aceh dan IJTI Bimbing Siswa Kelola Media Sekolah

by Redaksi
23 Mei 2026
0

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti sekitar 30 siswa dan menghadirkan pemateri dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh...

Ujank Kasim Amanahkan Ambulans dan Rumah Singgah ke BFLF Aceh Selatan

by M. Ilham
21 Mei 2026
0

“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat besar. Dukungan datang dari berbagai kalangan, baik masyarakat yang tinggal di Aceh Selatan maupun para perantau...

Angin Kencang Terjang Aceh Barat, Rumah dan Sekolah Rusak

by Redaksi
21 Mei 2026
0

Ia menjelaskan, sejumlah rumah warga terdampak berada di Desa Paya Lumpat, Gleng, Kajeung, Sipot, Kuala Bhee, Pasi Birah, hingga Kuta...

Bentrok Antar Mahasiswa Picu Kebakaran di Kampus USK, Polisi Olah TKP

by Redaksi
21 Mei 2026
0

“Kami sedang melakukan penyelidikan terkait terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian USK, pos satpam, dan sepeda motor yang berada di lokasi,” ujar...

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© 2026 www.baratnews.co - All right reserved

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Hubungi kami: redaksi@baratnews.co