Ramli dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Rizki sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dialaminya. Adapun satu orang lainnya, yang merupakan ayah kandung Rizki, selamat dari insiden tersebut.
MEULABOH | BARATNEWS.CO — Identitas dua korban jiwa dalam peristiwa ledakan dahsyat di gudang pengisian ulang tabung gas oksigen di Jalan Kiblat, Lorong Damai, Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, telah terkonfirmasi. Selain Ramli (35) asal Medan, Sumatera Utara, ledakan tersebut juga merenggut nyawa M Rizki (20), pemuda asal Aceh Utara.
Ledakan terjadi sekitar pukul 11.20 WIB, Rabu (5/11/2025). Informasi yang diterima Baratnews.co di lapangan menyebutkan, terdapat tiga orang korban yang berada di lokasi saat kejadian. Dua orang di antaranya meninggal dunia secara tragis, sementara satu lainnya selamat.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, menjelaskan bahwa ledakan dipicu saat proses pengisian tabung berlangsung. Diduga, salah satu tabung mengalami kebocoran dan memicu ledakan berantai ke tabung lainnya.
“Petugas kepolisian bersama tim Damkar BPBD langsung melakukan pemadaman dan evakuasi korban sekitar pukul 11.25 WIB. Api berhasil dikendalikan tidak lama kemudian,” kata Ronal.
Ramli dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Rizki sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dialaminya. Adapun satu orang lainnya, yang merupakan ayah kandung Rizki, selamat dari insiden tersebut.
Lebih lanjut dikatakan Ronal, saat kejadian, Ramli pekerja pengisian oksigen mengalami dampak ledakan dengan tubuhnya yang hancur berhamburan di dalam dan di luar gudang. Sedangkan Rizki, sebagai pembeli mengalami luka berat akibat bagian tubuh pada kaki kiri dan beberapa jarinya putus.
“Kedua korban telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Jenazah Ramli dibawa ke Medan, sedangkan Rizki yang bertempat tinggal di Padang Mancang, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, sudah dipulangkan ke kampung asalnya di Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara,” ujar Ronal.
Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga berdampak pada permukiman warga. Data sementara BPBD menyebutkan sedikitnya 15 rumah terdampak, terdiri dari 6 unit mengalami kerusakan berat dan 9 unit lainnya rusak ringan.
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan kepolisian. Kendati demikian, dugaan awal mengarah pada kebocoran tabung saat proses pengisian.
BPBD pun turut mengimbau pelaku usaha pengisian gas untuk menerapkan prosedur keselamatan kerja secara ketat agar kejadian serupa tidak terulang. (*)






Discussion about this post