BARATNEWS.CO – Garam bukan hanya bumbu dapur, tetapi juga bagian penting dari gaya hidup sehat. Kandungan mineral di dalamnya berperan besar bagi tubuh, mulai dari menjaga keseimbangan cairan hingga mendukung fungsi tiroid. Namun tidak semua garam sama, setiap jenisnya memiliki karakter dan manfaat yang berbeda.
Menurut Iodine Global Network, garam yang paling sehat adalah garam yang mengandung yodium. Mineral ini penting untuk fungsi kelenjar tiroid dan mencegah penyakit akibat kekurangan yodium. Meski demikian, konsumsi garam juga perlu dibatasi, sebab asupan berlebih bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan jantung.
Di pasaran, masyarakat kini semakin mudah menemukan berbagai jenis garam dengan bentuk dan cita rasa yang beragam. Dari garam laut hingga garam Himalaya, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Berikut penjelasannya:
- Garam fleur de sel
Dikenal sebagai “bunga garam”, jenis ini diambil dari permukaan laut menggunakan alat tradisional. Teksturnya sangat halus dan aromanya khas. Fleur de sel biasa digunakan untuk mempercantik dan menambah cita rasa pada hidangan istimewa. - Garam kala namak
Atau black salt, populer di India dan Nepal. Mengandung belerang dengan aroma khas seperti telur rebus, menjadikannya pilihan utama dalam masakan vegan dan hidangan tradisional India. - Garam Epsom
Meski disebut garam, bahan ini tidak untuk dikonsumsi. Garam Epsom mengandung magnesium sulfat dan sering digunakan untuk relaksasi tubuh, meredakan nyeri otot, serta perawatan kulit. - Garam Celtic
Berasal dari pantai Prancis dan berwarna abu-abu. Teksturnya lembap karena kadar air tinggi, dengan kandungan magnesium dan kalsium yang cukup besar. Banyak digunakan sebagai alternatif garam alami di Eropa. - Garam kosher
Berbutir kasar dan mudah larut, garam ini kerap dipakai oleh juru masak profesional. Tidak mengandung yodium, rasanya lebih ringan dan seimbang dibanding garam meja biasa. - Garam Himalaya
Berasal dari tambang Khewra di Pakistan, garam ini berwarna merah muda dan mengandung hingga 84 jenis mineral, termasuk zat besi, kalsium, dan magnesium. Selain mempercantik tampilan hidangan, garam ini populer karena dianggap lebih alami. - Garam laut
Dihasilkan dari penguapan air laut dan masih menyimpan mineral alami seperti kalium serta seng. Rasanya lebih kuat dan sedikit gurih karena sisa mineral laut yang belum sepenuhnya hilang. - Garam meja
Jenis ini paling umum digunakan sehari-hari dan mudah ditemukan di pasaran. Mengandung lebih dari 97 persen natrium klorida dan telah diperkaya dengan yodium untuk mencegah gangguan tiroid.
Dari masakan rumahan hingga kuliner modern, rasa asin garam selalu hadir untuk memperkaya cita rasa.
Namun kini, masyarakat semakin sadar bahwa garam bukan sekadar pelengkap makanan — melainkan juga sumber mineral penting bagi tubuh. Karena itu, pilihlah garam sesuai kebutuhan, gunakan secukupnya, dan nikmati manfaatnya dengan bijak. (*)








Discussion about this post