CALANG | BARATNEWS.CO – Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan logistik senilai lebih dari Rp518 juta bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Jaya. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Aceh terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa tanggap darurat.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Dinas Sosial (Sekdis) Aceh, Chaidir, S.E., M.Si., kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya di halaman Kantor Bupati, Kamis (23/10/2025). Penyerahan diterima langsung oleh Wakil Bupati Aceh Jaya, Muslem D, didampingi unsur Forkopimda dan jajaran Dinas Sosial Aceh Jaya.
Bantuan senilai Rp518 juta lebih itu meliputi bahan pangan, pakaian layak pakai, serta perlengkapan kebutuhan dasar lainnya. Seluruh bantuan akan segera disalurkan ke sejumlah kecamatan terdampak banjir melalui koordinasi Dinas Sosial Aceh Jaya bersama para relawan di lapangan.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Aceh. Ini menunjukkan adanya kerja sama yang kuat dalam membantu masyarakat kami yang sedang mengalami kesulitan,” ujar Wakil Bupati Aceh Jaya, Muslem D.
Ia menambahkan, dukungan dari Pemerintah Aceh menjadi bukti nyata sinergi antarpemerintahan dalam menangani bencana serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Chaidir, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Pj Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi secara cepat dan tepat.
“Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan di lapangan,” kata Chaidir.
Banjir yang melanda Aceh Jaya beberapa waktu lalu telah merendam 34 desa di delapan kecamatan, dengan jumlah terdampak mencapai sekitar 1.700 kepala keluarga atau 5.000 jiwa.
Pemerintah daerah terus berupaya mempercepat distribusi bantuan agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi.
Dengan bantuan logistik dari Pemerintah Aceh ini, diharapkan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan aktivitas sosial-ekonomi di wilayah tersebut kembali normal. (*)






Discussion about this post