JAKARTA | BARATNEWS.CO — BNNP Aceh memperkuat koordinasi dengan unsur legislatif guna mendorong penguatan kebijakan penanganan narkotika di daerah.
Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan Kepala BNNP Aceh Dedy Tabrani ke kediaman anggota DPR RI Teuku Ibrahim pada Kamis (26/3/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi strategis antara lembaga eksekutif dan legislatif, khususnya dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Aceh.
Dalam diskusi tersebut, Dedy memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, termasuk semakin kompleksnya pola peredaran narkotika serta perlunya dukungan lintas sektor dalam penanganannya.
Ia juga menjelaskan sejumlah program yang telah dijalankan BNNP Aceh, mulai dari edukasi masyarakat, deteksi dini, hingga layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika.
“Penanganan narkotika membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk peran keluarga, masyarakat, dan institusi pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Teuku Ibrahim menyatakan dukungan penuh terhadap upaya yang dilakukan BNNP Aceh. Ia menegaskan bahwa DPR RI akan mengoptimalkan peran melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan guna mendukung program P4GN.
Pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis kearifan lokal Aceh, dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh adat dalam upaya pencegahan narkoba.
Ke depan, kedua pihak berkomitmen untuk menyusun langkah strategis yang lebih terarah dan berkelanjutan guna memperkuat penanggulangan narkotika di Aceh.
Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program serta mempersempit ruang gerak peredaran narkotika di wilayah tersebut. (*)






Discussion about this post