JAKARTA | BARATNEWS.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap adanya jejak peredaran narkotika jaringan kartel Meksiko di Indonesia sepanjang 2024. Namun, BNN menegaskan jaringan tersebut bukan berasal dari Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang dipimpin Oseguera Cervantes alias El Mencho.
Kepala BNN, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menyebut pengungkapan tersebut merupakan bagian dari operasi terhadap 27 jaringan narkoba yang dibongkar sepanjang tahun lalu.
“Pada 2024, BNN mengumumkan pembongkaran 27 jaringan narkoba, beberapa di antaranya memiliki keterkaitan dengan kartel Meksiko,” ujar Suyudi dalam keterangan tertulis, Selasa (23/2/2026).
Menurutnya, jaringan yang teridentifikasi berasal dari kelompok Gregor Haas yang terafiliasi dengan salah satu kartel besar di Meksiko, yakni Kartel Sinaloa. Jaringan ini disebut berperan dalam penyelundupan narkotika jenis baru atau new psychoactive substances (NPS), serta bahan baku pembuatan metamfetamin dan fentanil.
BNN menduga jaringan Gregor Haas merupakan bagian dari struktur Kartel Sinaloa yang berpusat di Meksiko dan memiliki jejaring lintas negara.
Suyudi menjelaskan, Indonesia menjadi target pasar sekaligus jalur transit karena karakter geografisnya sebagai negara kepulauan. Jalur laut kerap dimanfaatkan untuk menyelundupkan barang terlarang melalui celah perbatasan maritim yang sulit diawasi sepenuhnya.
“Jalur laut sering dimanfaatkan, mengingat Indonesia memiliki banyak titik rawan di perbatasan maritim. Selain itu, penyelundupan juga dilakukan melalui bandara dan pelabuhan resmi dengan berbagai metode penyamaran,” katanya.
Modus operandi yang digunakan pun beragam. Jaringan ini menyembunyikan narkoba dalam kemasan produk legal, seperti teh asal China maupun popok bayi, guna mengelabui petugas.
BNN memastikan akan terus memperkuat kerja sama internasional dan pengawasan lintas sektor guna menekan potensi masuknya narkotika dari jaringan kartel luar negeri ke Indonesia. (*)







Discussion about this post