BARATNEWS.CO — Setelah menahan haus dan lapar lebih dari 12 jam, tubuh membutuhkan asupan yang tepat untuk memulihkan energi.
Namun, berbuka puasa bukan berarti bebas menyantap apa saja. Pilihan makanan yang sehat dan bernutrisi justru menjadi kunci menjaga daya tahan tubuh selama Ramadan.
Pola berbuka yang tepat membantu menstabilkan gula darah, melancarkan pencernaan, serta mencegah rasa lemas di malam hari. Karena itu, penting memilih menu yang seimbang antara karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral.
Prinsip Berbuka yang Tepat
Saat perut kosong seharian, sistem pencernaan bekerja lebih sensitif. Makanan terlalu berat, terlalu manis, atau tinggi lemak dapat memicu begah, asam lambung, hingga lonjakan gula darah. Idealnya, berbuka diawali dengan makanan ringan bernutrisi sebelum berlanjut ke menu utama yang lebih mengenyangkan.
Berikut sejumlah rekomendasi menu sehat untuk berbuka puasa:
- Kurma
Kurma menjadi pilihan klasik saat berbuka. Buah ini kaya serat yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Meski rasanya manis, kurma memiliki indeks glikemik relatif rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis, termasuk bagi penderita diabetes jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. - Oatmeal
Semangkuk oatmeal hangat dapat menjadi alternatif ringan namun mengenyangkan. Kandungan serat, vitamin B kompleks, zat besi, magnesium, dan zinc mendukung metabolisme tubuh serta menjaga kesehatan jantung. Tambahkan irisan pisang atau kacang-kacangan untuk memperkaya nutrisi. - Salad Buah
Campuran melon, semangka, apel, mangga, stroberi, alpukat, atau buah naga memberikan asupan vitamin dan antioksidan yang tinggi. Agar tetap sehat, hindari tambahan kental manis atau keju berlebihan. Gunakan yogurt tanpa pemanis sebagai pilihan yang lebih baik. - Roti Isi Protein
Sandwich isi ayam panggang atau telur rebus dengan selada, tomat, dan mentimun menjadi menu praktis dan seimbang. Protein membantu memulihkan energi, sementara serat dari sayuran menjaga kesehatan saluran cerna. - Sup Daging
Kuah hangat dapat membantu menghidrasi tubuh. Daging mengandung protein dan zat besi yang mendukung stamina serta membantu mencegah anemia selama puasa. - Sayur Bayam dan Jagung
Perpaduan ini kaya serat dan mikronutrien penting. Bayam dikenal sebagai sumber zat besi, sementara jagung memberi asupan energi tambahan. - Gado-Gado
Menu khas Nusantara ini menghadirkan kombinasi sayur, tahu, tempe, dan telur rebus sebagai sumber protein nabati dan hewani. Konsumsi dalam porsi wajar dan hindari bumbu terlalu pedas agar lambung tetap nyaman. - Sate Ayam dan Lontong
Bagi yang menginginkan menu lebih berat, sate ayam dapat menjadi sumber protein, sementara lontong menyediakan karbohidrat sebagai bahan bakar energi. - Ayam Panggang dan Kentang Rebus
Ayam panggang rendah lemak lebih sehat dibandingkan gorengan. Tambahkan kentang rebus atau mashed potato sebagai sumber karbohidrat kompleks. - Soto Ayam
Semangkuk soto ayam dengan bihun, kol, daun bawang, dan telur rebus menghadirkan kombinasi protein, serat, serta mineral yang lengkap.
Menu yang Perlu Dibatasi Saat Berbuka
Selain memilih makanan sehat, penting pula menghindari menu yang berisiko mengganggu kesehatan, seperti:
- Gorengan dan makanan tinggi lemak
- Makanan kemasan atau kalengan tinggi pengawet
- Makanan tinggi gula dan garam
- Minuman bersoda dan berkarbonasi
- Minuman dengan pemanis tambahan berlebihan
Asupan gula atau lemak dalam jumlah besar setelah puasa dapat membuat tubuh “kaget”, memicu gangguan pencernaan, lonjakan gula darah, bahkan meningkatkan risiko hipertensi dan kolesterol tinggi.
Jaga Hidrasi dan Konsultasi Jika Perlu
Selain makanan bergizi, kebutuhan cairan harian juga harus tercukupi agar terhindar dari dehidrasi. Pola tidur yang cukup turut membantu menjaga imunitas selama Ramadan.
Bagi penderita diabetes, GERD, hipertensi, atau kondisi medis tertentu, konsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik sangat dianjurkan untuk mendapatkan rekomendasi menu yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Berbuka puasa yang sehat bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi juga investasi bagi kesehatan tubuh sepanjang bulan Ramadan. (*)








Discussion about this post