“Kalau hujan, itu sudah biasa kan rahmat. Justru rasanya lebih tenang saat Tarawih di tengah hujan lebat seperti ini, dan ada suasana yang berbeda, hati terasa lebih khusyuk,” ujar Ridwan
MEULABOH | BARATNEWS.CO – Intensitas hujan yang begitu tinggi mengguyur wilayah Aceh Barat sejak sore hingga malam hari, Rabu (18/2/2026) tidak menyurutkan langkah dan tekad warga untuk menunaikan ibadah shalat Tarawih.
Guyuran hujan yang turun cukup deras pun membuat sejumlah ruas jalan tergenang air. Meski begitu, tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menggerakkan kakinya menuju masjid kebanggaan warga kabupaten tersebut.
Di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, jamaah terlihat memadati ruang dalam hingga teras masjid.
Sebelum berlangsung shalat isya dan tarawih, terlihat sebagian jamaah datang dengan mengenakan jas hujan, sebagian lainnya membawa payung, bahkan ada yang tetap berjalan kaki meski pakaian sedikit basah.
Suasana di dalam masjid tampak khusyuk. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, berpadu dengan suara hujan yang terdengar samar-samar dari luar bangunan. Saf-saf jamaah tersusun rapi, menunjukkan antusias warga dalam menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah.
Salah seorang jamaah, Ridwan (36), mengaku hujan justru menambah semangatnya untuk beribadah. Menurut dia, suasana hujan menghadirkan ketenangan tersendiri saat menjalankan shalat, apalagi hujan adalah rahmat yang membawa keberkahan.
“Kalau hujan, itu sudah biasa kan rahmat. Justru rasanya lebih tenang saat Tarawih di tengah hujan lebat seperti ini, dan ada suasana yang berbeda, hati terasa lebih khusyuk,” ujar Ridwan usai menunaikan shalat tarawih.
Ridwan mengatakan sejak awal Ramadhan dirinya berkomitmen untuk berusaha tidak melewatkan Tarawih berjamaah di masjid. Bagi dia, momen Ramadhan hanya datang setahun sekali dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan ketakwaan.
Senada disampaikan Safwati (34), warga lainnya yang datang bersama dua anaknya. Meski harus menembus hujan deras, dia tetap memilih membawa keluarganya ke masjid.
“Anak-anak memang sempat enggak mau pergi karena hujan, tapi saya ingin mereka terbiasa menuju ke masjid walau dalam kondisi itu. Sebab hujan bukan alasan untuk tidak beribadah,” kata dia dengan nada lembut.
Menurutnya, suasana Ramadhan di masjid memiliki nilai kebersamaan yang tidak tergantikan. Dia ingin anak-anaknya merasakan suasana itu sejak dini, termasuk memahami bahwa ibadah juga membutuhkan komitmen.
Tampak jelas di halaman masjid, kendaraan roda dua dan roda empat terparkir rapi. Pengurus masjid dan polisi juga tampak sigap membantu mengatur parkir dan melakukan pengamanan di sekitar lokasi serta memastikan jamaah dapat masuk dengan aman.
Hujan yang turun sepanjang malam seolah menjadi latar suasana spiritual agama yang lebih mendalam. Bagi warga, shalat tarawih bukan sekadar rutinitas dan menyempurnakan ibadah di Bulan Suci Ramadhan, tetapi wujud kesungguhan dan kecintaan kepada Allah SWT.
Semangat jamaah di Masjid Agung Baiturrahman Meulaboh menjadi gambaran kuatnya tradisi religius masyarakat Aceh Barat. Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, masjid tetap hidup, saf terisi rapi, dan doa-doa dipanjatkan. (*)





Discussion about this post